Pro dan Kontra Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Yang Harus Diketahui

Pro dan kontra pembelajaran daring di masa Pandemi muncul dikarenakan banyak hal. Bagaimana tidak! Corona virus yang mendadak datang seketika membuat semua sistem harus diubah. Entah sistem bekerja, berjualan, dan lain sebagainya termasuk sistem pembelajaran itu sendiri.

Semua yang berhubungan langsung dalam sistem ini sudah tentu tidak mempunyai persiapan sama sekali ketika perubahan itu terjadi. Meskipun kemudian hari mau atau tidak orang-orang mulai membiasakan diri.

Apalagi sampai sekarang virus tersebut tak kunjung menghilang, sehingga pertemuan tatap muka masih sangat dibatasi. Sampai kapan? Sampai waktu yang belum ditentukan dan mengharuskan semua kalangan segera mencari alternatif lain yang sangat efektif.

Pro dan Kontra Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Seperti yang terlihat di media nasional dan media sosial. Penerapan sistem pembelajaran daring pertama kali mendapati banyak sekali perdebatan khususnya timbul dari para orang tua. Masing-masing orang tua atau yang terlibat ada yang pro dan kontra pembelajaran daring di masa Pandemi ini diterapkan.

Pasalnya sistem belajar online dirasa sangat memberatkan karena beberapa faktor. Untuk ulasan lengkap mengenai keduanya silahkan simak di bawah ini:

1. Faktor yang Menimbulkan Kontra Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Alasan orang-orang yang berkepentingan terutama parent kurang setuju dengan diterapkannya sistem daring antara lain orang tua yang sibuk bekerja dan tidak paham materi pembelajaran. Karena anak yang belajar secara online pastinya membutuhkan pengawasan.

Selain daripada itu, orang tua secara tidak langsung harus menggantikan peran guru untuk membantu menyelesaikan tugas bila anak mengalami kesulitan. Padahal banyak yang tidak paham bahkan enggan bersusah payah belajar ulang. Entah karena sibuk atau memang malas.

Baca Juga  Apa yang membuat Wittgenstein berubah pikiran?

Faktor lain juga disebabkan oleh ekonomi, sehingga tidak dapat memiliki ponsel apalagi paket data. Padahal setiap orang tua dituntut untuk membeli Hp serta paket data setiap bulan.

Walaupun sebenarnya pemerintah sendiri telah mengadakan pemberian kuota setiap bulannya secara gratis dengan akses terbatas khusus pembelajaran. Gunanya untuk menunjang kelancaran kegiatan belajar online bagi seluruh partisipasi di bidang pendidikan.

Sayangnya pada kenyataan yang ada di lapangan tidak semuanya bisa menikmati. Alasannya mulai dari tidak paham caranya mendaftar atau memang sekolah hanya memberikan pada anak yang pintar saja.

Hal ini mungkin tidak akan berdampak besar bagi orang tua yang mempunyai cukup uang, tetapi tidak sebaliknya. Alat serta pendukung tersebut cukup berat mengingat kebutuhan sehari-hari saja sering kekurangan. Yang terjadi akhirnya yaitu anak tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Pihak yang tidak ketinggalan keterlibatannya dalam pro dan kontra pembelajaran daring di masa Pandemi adalah guru. Mungkin tidak banyak yang bersuara dalam penolakan sistem ini karena memang tidak ada pilihan selain mengikuti. Meskipun tak sedikit pengajar yang mengalami kendala dalam penerapannya.

Misal belum menguasai teknologi, membutuhkan inovasi dalam proses pembelajaran, dan banyak lainnya. Seluruh kendala yang dirasa dituntut untuk selesai tanpa kompromi. Tujuannya supaya para siswa mudah memahami materi serta pembelajaran yang tetap menyenangkan.

Jika tidak, maka siswa yang akan menjadi korban. Khususnya pelajar yang tidak memiliki inisiatif atau dana untuk belajar mandiri dengan memanfaatkan media online misal mengikuti kursus.

2. Faktor yang Pro Terhadap Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Selain timbulnya kontra dari penerapan pembelajaran di masa Pandemi, tak sedikit pula yang menyetujuinya. Terlepas dari semua alasan penolakan di atas. Karena meskipun tidak ketinggalan dampaknya, tetapi semua demi kebaikan bersama.

Mengingat penyebaran Covid-19 menular melalui kontak langsung dengan jarak dekat, sehingga semua orang di dunia diwajibkan menjaga jarak. Mau atau tidak sistem baru ini menjadi pilihan terbaik dalam dunia pendidikan bahkan bidang lainnya.

Mengabaikan perdebatan antara pro dan kontra pembelajaran daring di masa Pandemi. Tugas seluruh yang berwenang yaitu menciptakan berjalannya penerapan ini sebaik mungkin. Seperti memberikan fasilitas secara lengkap untuk mendukung efisiensi pembelajaran daring. Karena kenyataannya sampai sekarang metode daring masih banyak kekurangan.

Masalah Dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Terlepas dari pro dan kontra pembelajaran daring di masa Pandemi yang masih berlangsung. Ada hal penting yang memerlukan perhatian lebih yaitu permasalahan yang timbul dari penerapan sistem ini. Setiap metode baru yang diaplikasikan memang tak pernah lepas dari masalah.

Terlebih lagi sebuah kurikulum yang diputuskan secara mendadak tanpa proses panjang. Pastinya memerlukan evaluasi ulang tanpa pembatalan. Hanya membutuhkan perubahan atau solusi mengingat sistem daring belum ada penggantinya hingga sekarang.

Lalu, apa saja problem tersebut? Ini dia beberapa masalah daring yang membutuhkan solusi cepat dari seluruh masyarakat:

Baca Juga  Apa perbedaan antara pemerataan dan persamaan dalam masyarakat berikan contohnya masing-masing?

1. Lokasi Tempat Tinggal yang Susah Jaringan

Meski bersekolah di kota, sebetulnya banyak siswa yang memilih menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan ilmu di sekolah impian. Sehingga saat pemerintah mengumumkan sistem pembelajaran berubah ke daring, maka masalah lokasi menjadi kendala utama.

Dimana lokasi tersebut sangat susah sekali akses internet dikarenakan minimnya jaringan atau tidak tersedia sama sekali. Belum ada solusi tepat yang diterapkan untuk problem ini.

2. Media Pembelajaran yang Monoton

Timbulnya rasa bosan dan kurangnya semangat belajar siswa disebabkan oleh media pembelajaran yang monoton. Seperti kebanyakan yang hanya memberikan tugas melalui aplikasi WhatsApp berupa dokumen form. Meski terdapat beberapa sekolah yang juga mengadakan proses pembelajaran melalui zoom, tetapi lebih banyak yang tidak.

Pasalnya, aplikasi yang dibutuhkan menerapkan sistem berbayar jika ingin menggunakannya tanpa hambatan. Sebab yang gratis fiturnya sangat terbatas dan ribet.

3. Proses Pembelajaran yang Dominan

Beruntunglah bagi pelajar yang mempunyai guru kreatif dan inovatif. Karena pasti akan memberikan inovasi baru agar seluruh muridnya mudah memahami apa yang disampaikan meski tidak tatap muka. Sebab kebanyakan yang terjadi di lapangan berbeda dari harapan.

Dimana prosesnya sangatlah membosankan, susah dipahami, dan hanya berupa soal tanpa penjelasan rinci dari guru bersangkutan. Padahal tidak semua murid mempunyai daya tangkap cepat.

4. Sulitnya Pemantauan Siswa

Belajar atau bermain ponsel? Yang terjadi dilapangan kebanyakan memilih bermain ponsel. Apalagi siswa bisa memberi alibi mudah dengan alasan mengerjakan tugas karena memang belajar sekarang harus melalui perangkat ponsel.

Guru tentu saja tidak bisa memantau kecuali bekerja sama dengan orang tua masing-masing siswa. Kembali pada kenyataannya banyak orang tua yang cuek. Entah tidak peduli, sibuk atau anak yang melawan. Terlebih lagi sudah tahap kecanduan. Sulit rasanya menyembuhkan bila tidak ada ketegasan.

5. Sistem Penilaian yang Kurang Efisien

Bagi siapapun yang mempunyai anak atau mengalaminya sendiri pasti ingin protes dengan sistem penilaian guru yang monoton. Yaitu hanya berupa soal di Google Form tanpa uraian materi secara detail agar mudah menjawab.

Belum lagi ditambah tugas dari materi pelajaran lain yang setiap hari semakin menumpuk. Jarang sekali ada metode lain yang menciptakan semangat kala pengerjaannya. Bukankah demikian?

Cara penilaian tersebut juga dirasa kurang berintegritas antara penilaian harian, tengah semester, akhir semester, dan ujian sekolah. Karena sejak Pandemi ujian nasional ditiadakan.

6. Daya Tangkap Kurang

Selain dari siswa itu sendiri, cara menerangkan materi pembelajaran mempengaruhi daya tangkap seluruh pelajar. Anak yang tidak ada inisiatif mencari pemahaman lain seperti melihat video tutorial atau artikel online pastinya akan kesulitan. Bagaimana mungkin bisa mendapat nilai bagus jika paham saja belum.

Solusi Dari Masalah Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Meskipun banyak pro dan kontra pembelajaran daring di masa Pandemi. Apalagi menimbulkan banyak sekali masalah setelahnya. Fokus semua kalangan yang berpartisipasi adalah mencari solusi terbaik. Guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebagai standar pendidikan di Indonesia.

Baca Juga  Apa yang terjadi jika Anda naik kereta tanpa tiket?

Karena perdebatan tidak akan menyelesaikan masalah serta menciptakan solusi tanpa tindakan. Apalagi sudah menjadi sistem dunia dalam pendidikan. Adapun solusi yang sekiranya bisa diterapkan guru, pemerintah atau pelajar yaitu sebagai berikut:

1. Pindah Lokasi Tinggal

Solusi yang bisa dipilih jika tempat tinggal sebelumnya tidak memiliki jaringan yang memadai ialah berpindah tempat. Baik tempat tinggal atau saat mengerjakan soal. Meski masih menimbulkan masalah lain seperti tempat yang akan digunakan, tetapi itulah pemecahan masalahnya.

2. Mengubah Metode Pembelajaran Daring

Kreativitas dan inovasi memang perlu diciptakan oleh semua kalangan baik pemerintah, guru, dan siswa. Tujuannya agar proses pembelajaran berjalan dengan baik, efisien serta memenuhi standar.

Dalam pencapaian pemenuhan solusi ini diperlukan kerja sama seluruh pihak. Antara lain seperti:

  • Pemerintah memberikan pemerataan koneksi internet dengan bekerja sama dengan pihak provider di Indonesia.
  • Pemerintah membuatkan spot khusus untuk siswa yang susah jaringan internetnya.
  • Guru menggunakan media pembelajaran online yang berbeda, kreatif, dan tidak membosankan.
  • Selanjutnya guru memilih media pertemuan online saat menjelaskan materi pelajaran agar siswa bisa bertanya bila merasa kesulitan, sehingga terciptanya interaksi.
  • Guru sebaiknya memberikan materi untuk dipelajari sebelum akhirnya dijelaskan melalui video atau zoom meeting lewat aplikasi khusus yang gratis dan mudah.
  • Sebaiknya guru memberikan penjelasan mengenai tugas harian yang diberikan. Apalagi banyak siswa yang salah dalam memberi jawaban.
  • Guru lebih aktif memantau setiap siswa saat tugas yang diberikan tak kunjung dikumpulkan.
  • Siswa juga harus mempunyai inisiatif belajar mandiri seperti mengakses website belajar gratis yang terbaik dan lengkap.
  • Siswa lebih aktif bertanya kepada guru atau mengerjakan soal di internet.
  • Orang tua yang harus memantau proses belajar secara langsung. Jangan sampai lebih banyak bermain dan bersantai.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan masalah pembelajaran pendidikan di Indonesia dapat teratasi. Karena keberhasilan dalam pendidikan mempengaruhi kemajuan suatu bangsa. Sehingga tak bisa dianggap sepele.

Apakah Pembelajaran Daring Efektif Selama Pandemi?

Jika bicara tentang efektif sistem pendidikan baru di seluruh dunia khususnya Indonesia memang masih kurang efektif. Akan tetapi, semakin banyak terciptanya solusi dan teknologi lambat laun pasti akan berhasil. Semua tergantung dari kesadaran dan partisipasi seluruh kalangan dalam proses pencapaian.

Semoga saja masalah Pandemi tidak berpengaruh terhadap pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk mendukung pelaksanaan, memberikan saran atau penciptaan teknologi sebagai pemecahan masalah.

Itulah pembahasan pembahasan mengenai pro dan kontra pembelajaran daring di masa Pandemi. Serta masalah yang terjadi juga solusi yang bisa diterapkan sebagai penyelesaian masalah. Tidak ada yang tahu pasti kapan Pandemi usai. Bahkan sekarang justru semakin meningkat.

Mengabaikan kesedihan yang sudah melanda, ada baiknya fokus pada penyelesaian. Guna pemenuhan standar dan ketertinggalan kemajuan dalam bidang pendidikan. Juga bidang lainnya yang penting.

 

 

Tinggalkan komentar