Apa yang Terjadi Selama Fotosintesis?

Fotosintesis adalah proses yang digunakan tanaman, beberapa bakteri, dan beberapa hewan untuk mengubah energi cahaya dan sumber lain menjadi gula dan protein penting lainnya yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Artikel ini akan membahas bagaimana fotosintesis bekerja dan banyak aspek berbeda dari proses ini. Kita akan berbicara tentang membran fotosintesis, reaksi terang, panel surya, dan bahkan membahas jenis hewan yang mampu menggunakan fotosintesis.

Apa itu Fotosintesis?

Fotosintesis menggambarkan proses yang digunakan tanaman untuk mengubah energi cahaya, air, dan karbon dioksida menjadi gula dan oksigen. Fotosintesis digunakan oleh tumbuhan, beberapa bakteri seperti alga, dan beberapa hewan seperti moluska. Para ilmuwan saat ini percaya bahwa atmosfer cararn kita tidak mungkin ada tanpa proses fotosintesis dan siklus karbon di sekitarnya yang berperan di dalamnya. Tidak hanya fotosintesis memengaruhi atmosfer, tetapi juga memengaruhi siklus makanan di Bumi. Tumbuhan menggunakan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri. Makhluk kecil memakan tanaman ini dan menyerap energinya. Hewan yang lebih besar memakan yang lebih kecil dan juga menyerap energi mereka. Akhirnya, hewan terbesar mati dan energi mereka dikembalikan ke tanah di mana ia diserap oleh tanaman. Semua organisme hidup mendapat manfaat dari fotosintesis secara langsung atau tidak langsung, termasuk manusia.

Membran Fotosintetik

Fotosintesis dimungkinkan oleh organel yang disebut kloroplas yang tertanam erat dalam membran sel. Setiap membran menampung 10 hingga 100 kloroplas. Kloroplas dilipat menjadi lembaran atau dirangkai menjadi bola dan mengisi sebagian besar ruang di dalam membran untuk menyediakan tanaman dengan area permukaan yang sangat besar untuk menyerap lebih banyak cahaya, meskipun proses ini berlangsung pada tingkat mikroskopis. Membran yang mengelilingi kloroplas terdiri dari membran dalam fosfolipid dan membran luar fosfolipid dengan ruang di tengahnya. Ruang kosong ini diisi dengan cairan yang disebut stroma yang mengandung tilakoid. Tilakoid mengandung semua protein esensial dan pigmentasi yang diperlukan untuk menyerap energi cahaya dan mengubahnya menjadi makanan dan oksigen.

Baca Juga  Cara Membuka Blokir Facebook

Reaksi Ringan

Fotosintesis bekerja dengan cara menyerap cahaya. Energi cahaya menyebabkan molekul dalam klorofil kehilangan elektron tetapi mereka memperoleh foton. Ini memicu reaksi berantai yang menyebabkan tanaman kehilangan NADP dan NADPH. Pengurangan tersebut menyebabkan tanaman menghasilkan ATP yang kemudian menggantikan elektron yang sebelumnya hilang melalui proses yang dikenal sebagai fotolisis air. Proses ini juga menyebabkan pelepasan molekul dioksida (O2), yang kita kenal sebagai oksigen. Namun, tidak semua bentuk cahaya diserap melalui proses ini, dan panjang gelombang yang tersisa adalah yang menentukan warna tanaman. Misalnya, tumbuhan hijau tidak menyerap panjang gelombang ekivalen sehingga tumbuhan tampak berwarna hijau, sedangkan semua panjang gelombang lainnya diserap.

Panel surya

Panel surya digunakan untuk meniru proses fotosintesis secara artifisial. Sementara tanaman hanya mengubah energi cahaya menjadi gula dengan tingkat efisiensi sekitar 3% – 6%, panel surya yang dijual di pasar terbuka mampu mengubah energi cahaya menjadi energi listrik dengan tingkat efisiensi 6% – 20% ke atas. untuk 41% dalam pengaturan eksperimental. Teknologi yang digunakan dalam panel surya semakin baik setiap tahun dan suatu hari kita mungkin berharap untuk menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama kita. Ingatlah bahwa energi cahaya yang cukup mengenai Bumi dalam satu jam untuk mengimbangi semua kebutuhan energi umat manusia selama satu tahun penuh. Jika suatu hari kita dapat memanfaatkan 100% dari energi ini, kita tidak akan membutuhkan bahan bakar fosil atau sumber energi alternatif seperti panas bumi, bahan bakar alternatif, atau tenaga angin.

Fotosintesis Pada Hewan

Beberapa hewan mampu menggunakan fotosintesis untuk waktu yang singkat untuk mendapatkan protein penting yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Hewan-hewan ini, sebagian besar hidup di dasar dasar laut, menelan alga dan menyimpan kloroplas di tubuh mereka selama beberapa bulan pada suatu waktu. Kloroplas memungkinkan terjadinya fotosintesis sehingga hewan-hewan ini dapat hidup. Hewan yang mampu melakukan ini termasuk karang, bunga karang, anenomi laut, dan siput. Faktanya, telah ditemukan bahwa siput memiliki beberapa gen yang dimiliki tanaman yang memungkinkan kloroplas mendapatkan protein yang mereka butuhkan. Bahkan diyakini bahwa kloroplas sendiri mungkin telah dimulai sebagai bentuk bakteri simbiosis yang menyesuaikan diri dengan kondisi di dalam sel tumbuhan. Kloroplas mempertahankan DNA mereka sendiri terpisah dari DNA tanaman dan menyerupai DNA beberapa bentuk bakteri.

Baca Juga  Cara Mengedit File WMV