Sebutkan pengertian koloid dan contoh koloid

Koloid adalah sistem heterogen di mana satu substansi tersebar (disebut fase terdispersi) sebagai partikel sangat halus dalam zat lain yang disebut medium dispersi. Ukuran molekul tersebar lebih besar dari molekul sederhana (memiliki diameter antara 1 sampai 1000 nm) tetapi cukup kecil untuk tetap tersuspensi. Jadi koloid adalah keadaan peralihan antara suspensi dan larutan. [adsense]Contoh koloid:

Perbedaan antara Sol Liofobik dan Liofilik

Sistem koloid juga dapat diklasifikasikan sebagai sol liofobik (membenci pelarut) dan liofilik (menyukai pelarut). Sol liofobik adalah mereka yang tidak dapat diperoleh lagi dengan penambahan medium dispersi, setelah fase terdispersi diendapkan. Dalam sol liofilik, fase terdispersi tidak mudah kembali ke keadaan koloid pada penambahan medium dispersi. Perbedaan antara sol Liofobik dan Liofilik adalah sebagai berikut:

Perbedaan Pembuatan Koloid Cara Kondensasi dan Dispersi

Bagaimana cara membuat koloid? Koloid dibuat dengan cara kondensasi dan dispersi. Cara Kondensasi Pembuatan koloid dengan cara kondensasi adalah dengan mengubah partikel-partikel larutan yang terdiri dari molekul-molekul atau ion-ion menjadi partikel koloid. Cara kondensasi ini merupakan cara kimia, misalnya: reaksi hidrolisis, reaksi dekomposisi, reaksi pergantian perlarut dan reaksi redoks.   Cara Dispersi Pembuatan koloid dengan

Peranan Koloid dalam Penjernihan Air

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhubungan dengan koloid ini, misalnya kita mandi menggunakan sabun sampai berbusa, mencuci baju, mengecat rumah dengan cat, menulis dengan tinta, dan sebagainya. Di dunia industri, sistem koloid ini juga banyak di terapkan, misalnya industri cat, keramik, plastik, tekstil, kertas, film foto, lem, semen, karet, kulit, bumbu selada, mentega, keju, makanan,