Sebutkan kepercayaan suku Maya

Kepercayaan suku Maya adalah politeisme (memuja banyak dewa), seperti dewa laut, dewa matahari, dewa hujan, dan dewa musim semi. Suku Maya berdoa pada dewa-dewa tersebut, mereka mengadakan upacara memberikan sesajian berupa padi-padian, buah-buahan, dan makanan lain agar mendapatkan restu. Gunung dan pohon dianggap keramat, jagung dianggap tanaman suci (sekarang pun masih ada orang India-Meksiko yang meneruskan kebiasaan kuno untuk menyebut jagung dengan nama kehormatan ”Paduka Tuan”).

Suku yang pada zaman batu mencapai kejayaan di bidang teknologinya (250 M hingga 925 M), menghasilkan bentuk karya dan peradaban unik seperti bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung dan latex, sumurnya yang disebut “cenotes“.

Cara mereka berkomunikasi dan mendokumentasikan tulisan: Tulisannya menggunakan gambar dan simbol, yang disebut “glyph“. Ada dua macam glyph: yakni yang menampilkan gambar utuh dari benda yang dimaksudkan, dan tipe yang menggambarkan sesuatu sesuai dengan suku katanya.

Dalam sejarahnya yang panjang, peradaban Maya tidak pernah disatukan, tidak seperti Persekutuan Tiga Kaum Aztek ataupun Kerajaan Inka. Sejarah mereka dimulai pada zaman Arkaik (sebelum tahun 2000 SM), ketika peradaban Maya telah mengembangkan pertanian dan desa-desa. Masyarakat kompleks untuk pertama kalinya muncul pada zaman Praklasik (sekitar 2000 SM hingga 250 M), dan pada masa ini pula orang-orang Maya sudah mulai menanam jagung, kacang, labu, dan cabai. Kota-kota Maya pertama mulai muncul sekitar tahun 750 SM, dan pada tahun 500 SM, kota-kota tersebut memiliki struktur-struktur monumental, termasuk kuil besar dengan tampak depan yang terbuat dari stuko. Sistem tulisan hieroglif untuk pertama kalinya digunakan di wilayah Maya pada abad ke-3 SM. Pada zaman Praklasik Akhir, banyak kota yang mengalami perkembangan pesat di wilayah Cekungan Petén, sementara Kaminaljuyu menjadi kota yang penting di Dataran Tinggi Guatemala. Dimulai dari sekitar tahun 250 M, peradaban Maya memasuki zaman Klasik, yaitu zaman ketika orang-orang Maya mendirikan tugu-tugu besar dengan pahatan-pahatan yang mencantumkan tanggal dari Kalender Hitung Panjang. Pada zaman ini juga muncul berbagai negara kota besar yang saling terhubung dalam jaringan perdagangan yang rumit. Di dataran rendah Maya, terdapat dua kota besar yang menjadi musuh bebuyutan, yaitu Tikal dan Calakmul. Pada zaman Klasik, kota Teotihuacan di Meksiko tengah juga melakukan campur tangan dalam politik dinasti di peradaban Maya. Akan tetapi, pada abad ke-9, terjadi peristiwa keruntuhan Maya Klasik, sehingga kota-kota Maya pun ditinggalkan dan para penduduk berpindah ke arah utara. Kemudian, pada zaman Pascaklasik, kota Chichen Itza mengalami kebangkitan di utara, dan Kerajaan K’iche’ di Dataran Tinggi Guatemala juga berhasil memperluas wilayahnya. Pada abad ke-16, Imperium Spanyol menjajah wilayah Mesoamerika, dan setelah berlangsungnya upaya penaklukan yang panjang, kota terakhir Maya, Nojpetén, jatuh ke tangan Spanyol pada tahun 1697.

Menurut penelitian yang didukung oleh Lembaga Sejarah Maya dan Nature Foundation itu, diperkirakan sebanyak hampir 10 juta orang pernah mendiami kawasan lembah Maya. Jumlah populasi sebanyak itu diyakini kuat mendorong adanya produksi pangan secara masif oleh Suku Maya.

“Diperkirakan sebanyak dua hingga tiga kali lopas (populasi) dibandingkan apa yang telah disebut oleh banyak orang selama ini,” jelas Marcello A. Canuto, seorang profesor Antropologi di Universitas Tulane.

Teknik pemetaan yang digunakan dalam penelitian terkait adalah LiDAR, yakni singkatan dari Light Detection and Ranging. Cara kerjanya adalah dengan memantulkan sinar laser ke tanah, dan kemudian mengungkap detail kontur di balik pepohonan lebat pada hutan terkait.

Rekam visual tersebut menjelaskan bawa Suku Maya ternyata mengembangkan lanskap pertania lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya. Di beberapa daerah di dalam temuan situs kuno tersebut, bangsa Maya mengalokasikan sebanyak 95 persen areaya untuk pertanian.

2 Comments

Comments are closed.