Sebutkan faktor penyebab gagal berpisah (nondisjunction)

Faktor penyebab gagal berpisah (nondisjunction) adalah

a. Kandungan antibodi tiroid yang tinggi

b. Sel telur dalam saluran telur yang tidak segera dibuahi akan mengalami kemunduran. Oleh karena itu, risiko melahirkan anak yang cacat akan dialami oleh wanita berumur lebih dari 25 tahun.

c. Adanya virus atau kerusakan akibat radiasi. Pengaruh ini akan mudah terlihat pada wanita yang telah berumur tua.

Gagal berpisah (non disjunction) merupakan kegagalan kromosom homolog untuk memisahkan diri saat pembelahan meiosis. Akibatnya terdapat gamet yang lebih atau kurang jumlah kromosomnya. Contohnya persilangan antara Drosophilla melanogaster dimana lalat betina mengalami gagal berpisah. Lalat betina yang mengalami gagal berpisah membentuk tiga macam kemungkinan gamet yaitu X, XX, dan 0. Bila lalat jantan yang mengalami gagal berpisah kemungkinan gametnya adalah X, Y, XX, YY, dan 0.

Kromosom Homolog adalah kromosom yang dengan urutan gen identik. Dalam organisme yang bereproduksi secara generatif, seperti manusia, setiap satu orang tua menyediakan setengah dari 46 kromosom, yang sesuai persis dengan pasangan yang cocok nya. Ini sepasang kromosom selama meiosis, yang harus terjadi untuk pembentukan gamet, atau sel-sel reproduksi.

Pembelahan meiosis terjadi melalui 2 proses yakni meiosis I dan meiosis II. Pada proses meiosis I, biasanya akan terjadi  proses reduksi pada kromosom, karena yang sudah terjadi merupakan proses pembagian pada kromosom yang memiliki sifat homolog, sedangkan pada proses meiosis II, sesungguhnya merupakan pembelahan sel secara mitosis, karena yang akan terjadi disini adalah tahapan pembagian pada kromatid bersaudara yang akan menjadi kromosom. Baik pada proses meiosis I maupun pada proses meiosis II terdiri dari beberapa fase yakni, fase profase, fase metafase, fase anafase, dan juga fase telofase. Di antara proses pada meiosis I dengan proses pada meiosis II tidak terdapat tahap interfase.

Meiosis adalah Proses di mana jumlah kromosom menjadi setengahnya selama pembentukan gamet. Dalam meiosis, sel yang berisi jumlah diploid kromosom diubah menjadi empat sel, masing-masing memiliki jumlah kromosom haploid. Dalam sel manusia, misalnya, sel reproduksi yang mengandung 46 kromosom menghasilkan empat sel, masing-masing dengan 23 kromosom. Meiosis terjadi dengan serangkaian langkah-langkah yang menyerupai langkah-langkah mitosis. Dua fase utama meiosis terjadi: meiosis I dan meiosis II. Selama meiosis I, satu sel membelah menjadi dua. Selama meiosis II, dua sel masing-masing membagi lagi. Tahapan demarkasi sama mitosis terjadi dalam meiosis I dan meiosis II.

 

Loading...

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *