Sebutkan contoh bahan mudah terbakar (flammable)

Contoh bahan mudah terbakar (flammable) meliputi: a. Zat terbakar langsung, contohnya: aluminium alkil fosfor. Hindarkan zat ini dari kontak dengan udara b. Gas amat mudah terbakar, contohnya: butana, propana. Hindarkan zat jenis ini dari campuran udara dan jauhkan dari sumber api. c. Zat peka terhadap air (zat yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau uap dan cairan mudah terbakar), contohnya aseton, benzena, spirtus, dan alkohol. Jauhkan zat ini dari sumber api, loncatan bunga api, dan sumber api terbuka.

Amonium nitrat sendiri merupakan zat kimia yang biasanya berupa kristal putih padat yang dapat dengan mudah larut secara alami. Selain digunakan untuk pupuk kimia, zat kimia ini juga dapat digunakan sebagai bahan bakar minyak dan bahan peledak yang digunakan untuk keperluan pertambangan dan industri. Tentu saja selain amonium nitrat masih banyak lagi zat-zat kimia yang berbahaya dan wajib diperlakukan secara khusus. Nah, untuk menambah pengetahuan kamu, gak ada salahnya kali ini belajar tentang simbol-simbol zat kimiawi berbahaya.

10 benda yang umum kita temui dan gunakan di rumah dan mari kita lihat apakah mereka termasuk kategori mudah terbakar atau tidak.

  1. Tepung terigu. Ternyata tepung terigu sangat mudah untuk terbakar, khususnya butiran tepung terigu yang sedang beterbangan di udara. Bahkan beberapa bahan makanan seperti non-dairy creamer, susu bubuk, dan bubuk rempah-rempah dapat dengan mudah terbakar saat beterbangan di udara, karena dapat erbakar sekaligus dari berbagai arah.
  2. Produk Kecantikan. Beberapa produk kecantikan seperti hairspray dapat terbakar dengan mudah apalagi digunakan pada saat bersamaan dengan nyala api terbuka ataupun terekspos sinar matahari. Produk-produk kecantikan rambut seperti hair-mousse, minyak wangi semprot dan sebagainya perlu digunakan jauh dari nyala api terbuka.
  3. Produk Kesehatan Kulit. Beberapa produk kesehatan kulit menggunakan bahan berbasis paraffin. Paraffin termasuk bahan yang mudah terbakar saat terkena nyala api. Pada 2006,  Resapan paraffin berasal dari produk kesehatan kulit yang dia gunakan.
  4. Hand Sanitizer. Cairan pembersih tangan yang satu ini sudah lazim digunakan sehari-hari khususnya saat sedang bepergian. Cairan pembersih ini karena mengandung alcohol, sangat mudah terbakar pada suhu rendah. Pada beberapa kasus, bahkan dapat terbakar karena percikan api akibat dari elektrostatik yang biasa terjadi saat berada di area bertemperatur rendah.
  5. Minyak Goreng. Minyak goring, apalagi sedang dalam kondisi sangat panas, sangat mudah terbakar. Pastikan tidak meninggalkan penggorengan di atas kompor menyala tanpa dijaga. Jika sudah terbakar, jangan diguyur air, karena akan menambah letusan dan percikan minyak yang terbakar kemana-mana.
  6. Aseton (Cairan Penghapus Cat Kuku/Kuteks). Cairan penghapus cat kuku (Kuteks) mengandung larutan aseton yang hanya uapnya saja sangat mudah terbakar. Jangan gunakan cairan penghapus kuteks berdekatan dengan nyala api terbuka seperti lilin dan kompor! Berbahaya!
  7. Produk untuk Mencuci Pakaian. Produk-produk untuk mencuci pakaian (laundry products) seperti cairan pelembut, cairan pewangi, bubuk deterjen kering, penghapus noda pada kain, dan sebagainya umumnya sangat mudah terbakar. Gunakan tanpa ada sumber nyala api terbuka.
  8. Produk Otomotif. Produk-produk seperti minyak rem, minyak pelumas, semir body kendaraan mengandung bahan-bahan yang mudah terbakar. Simpanlah di tempat sejuk yang tidak terkena sinar matahari. Jangan gunakan bersamaan dengan nyala api terbuka seperti korek api dan rokok.
  9. Pembersih Kolam Renang. Jika memiliki kolam renang, besar ataupun kecil, biasanya Anda memiliki bahan pembersih air kolam yang berbasis klorin. Klorin adalah bahan yang mudah terbakar, bahkan tanpa percikan api. Simpanlah bahan-bahan ini di tempat kering dan sejuk.
  10. Benda-benda kecil umum lain seperti semir sepatu hitam (yang mengandung bubuk batubara), bola-bola kamper (kapur barus), dan bahkan bola pingpong adalah benda-benda yang mudah terbakar.

 

2 Comments

    • tatang

      Sama-sama. Semoga artikel yang lainnya juga dapat bermanfaat

Comments are closed.