Pengertian molekul organik beserta contohnya

Berdasarkan dari sumber penyusunnya, molekul dapat dibagi menjadi molekul organik dan molekul anorganik. Molekul organik adalah unit terkecil dari senyawa organik. Senyawa organik ini disusun dari unsur utama C, H, O, S, N dan P. Senyawa organik berasal dari makhluk hidup.

Contoh molekul oraganik. Contoh penting dari molekul ini didasarkan pada rantai atom karbon dan tersedia dalam empat kategori utama:
a. protein,
b. karbohidrat,
c. lipid,
d. asam nukleat (DNA dan RNA).

Di antara beberapa golongan senyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena; senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang.

Pembeda antara kimia organik dan anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam format, asam lemak pertama, organik. Nama “organik” merujuk pada sejarahnya, pada abad ke-19, yang dipercaya bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat/disintesis dalam tubuh organisme melalui vis vitalislife-force. Kebanyakan senyawaan kimia murni dibuat secara artifisial.

Untuk contoh molekul organik, molekul ini didasarkan pada rantai atom karbon dan tersedia dalam empat golongan yaitu:

  • Molekul Lipid
  • Molekul Karbohidrat
  • Molekul Protein
  • DanMolekul Asam nukleat (DNA dan RNA)

Molekul Lipid. Pada molekul ini mengandung sejumlah besar atom karbon, hydrogen serta oksigen dan kadang kala ditambah Nitrogen dan fosfor. Yang di dalam sel terdapat bermacam jenis lipid, diantaranya ialah lemak, fosfolipid dan steroid. Yang pada lemak, baik itu lemak jenuh (yang berasal dari hewan) maupun lemak tak jenuh (yang berasal dari minyak tumbuhan) merupakan sumber cadangan energi bagi organisme hidup. Fosfolipid yakni bagian penting penyusun membran sel.

Pada steroid misalnya kolesterol merupakan bahan baku untuk pembuatan garam-garam empedu, vitamin D dan beberapa hormon (estrogen, progesterone dan testosterone). Garam-garam empedu penting untuk mengemulsi lemak supaya lemak yang kita makan bisa tercerna dan terserap usus kita. Apabila kadar kolestrol tersebut yang ada di dalam darah berlebihan maka akan menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner atau penyumbatan pembulu nadi tajuk atau arteri koronaria.

Loading...

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *