Pengertian Koloid Liofil

Koloid Liofil adalah koloid penuh kasih misalnya air (Lyo berarti berarti pelarut dan philic mencintai). Ketika koloid tersebut dicampur dengan misalnya air yang sesuai, kekuatan tinggi tarik ada antara partikel koloid dan cair. Hasil ini dalam pembentukan solusi yang sangat stabil yang disebut sol liofil. sol ini dibentuk oleh zat seperti gusi, pati dan protein. Liofil sol dapat dengan mudah dibuat dengan mencampur langsung koloid dengan cairan. Pati. Catatan: Air mencintai koloid disebut koloid hidrofil dan dispersi koloid yang terbentuk disebut sol hidrofil.

Kestabilan Koloid Liofil

Di liofil Sol, kekuatan interaksi antara partikel koloid dan misalnya air yang cukup kuat. Oleh karena itu, liofil Sol sangat stabil dan tidak mengendap / mengental dengan mudah. Namun penambahan jumlah yang sangat besar elektrolit dapat menyebabkan partikel mengendap. Jika jumlah besar cairan ditambahkan ke hujan di atau solusi koloid diaduk benar sol liofil bisa mendapatkan kembali keadaan aslinya. Hal ini menunjukkan bahwa sol liofil juga reversibel di alam. Di bawah pengaruh medan listrik partikel sol tidak bergerak. Tergantung pada jenis muatan, mereka bergerak menuju anoda atau katoda atau mungkin tidak bergerak sama sekali.

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7-10-5 cm ).

Koloid liofil adalah sistem koloid yang fase terdispersinya suka menarik medium pendispersinya. Hal ini dikarenakan adanya gaya tarik yang kuat antara fase terdispersi dengan medium pendispersinya. Koloid liofil tampak seperti larutan sejati, kecuali ukuran partikel terdispersinya yang jauh lebih besar. Contoh koloid liofil adalah pati dalam air, larutan protein seperti gelatin dalam air, agar-agar, lem, dan cat.

Koloid liofil dan liofob merupakan jenis dari koloid yang memiliki medium dispersi cair. Koloid liofil adalah koloid yang memiliki daya tarik menarik yang besar antara medium pendispersi dengan zat yang terdispersi. Kata liofil berasal dari bahasa Yunani “lio” dan “philia”. Lio berarti cairan sedangkan philia memiliki arti suka, jadi liofil diartikan suka cairan.

Sebaliknya, koloid liofob merupakan koloid yang memiliki daya tarik menarik yang lemah. Lifob juga berasal dari bahasa Yunani yakni “lio” cairan dan “phobia” tidak suka. Sehingga koloid liofob adalah koloid yang tidak suka cairan. Jika menggunakan air sebagai medium pendispersinya, maka koloid di atas akan menjadi koloid hidrofil dan hidrofob.

Contoh koloid hidrofil dalam kehidupan sehari-hari adalah gelatin, kanji, agar-agar, detergen, dan sabun. Sedangkan contoh dari koloid hidrofob adalah solsulfida, sol belerang, sol logam, dan sol Fe. Dari segi kekentalan, koloid liofil memiliki kekentalan yang lebih pekat dibanding koloid liofob. Koloid liofil memiliki pelindung bagi mediumnya berupa cairan yang disebut sebagai solvasi atau hidrasi.