Pengertian Koagulasi dan Manfaat Koagulasi

Salah satu contoh peristiwa kimia adalah koagulasi. Koagulasi adalah proses penggumpalan partikel koloid karena penambahan bahan kimia sehingga partikel-partikel tersebut bersifat netral dan membentuk endapan karena adanya gaya grafitasi. Koagulasi (penggumpalan) yaitu peristiwa pengendapan partikel-partikel koloid sehingga fase terdispersinya terpisah dari medium pendispresinya. Koagulasi disebabkan karena hilangnya kestabilan untuk mempertahankan partikel agar tetap tersebar di medium pendispersi. Koagulasi dapat dilakukan dengan penambahan zat elektrolit dan cara mekanik (pemanasan, pendinginan/pengadukan).

Pembuatan agar-agar contoh koagulasi. Koagulasi sering di gunakan untuk proses-proses berikut. Penjernihan air dengan penambahan tawas (K₂SO₄AL₂(SO₄)₃), Proses pendinginan santan, Pengolahan karet dari lateks (penggumpalan lateks dengan asam cuka), Pembentukan delta di daerah muara sungai, Telur rebus dan pembuatan agar-agar.

Koagulasi adalah proses destabilisasi partikel koloid dengan cara penambahan senyawa kimia yang disebut koagulan. Koloid mempunyai ukuran tertentu sehingga gaya tarik menarik antara partikel lebih kecil daripada gaya tolak menolak akibat muatan listrik. Pada kondisi stabil ini, peggumpalan partikel tidak terjadi. Melalui proses koagulasi terjadi destabilisasi sehingga partikel-partikel koloid bersatu dan menjadi besar.

Pengurangan potensial elektrostatis yang terjadi dalam proses koagulasi bisa disebut dengan destabilisasi. Mekanisme proses destabilisasi ini terdiri dari beberapa langkah antara lain :

1. Pengurangan muatan permukaan partikel dengan menekan lapisan muatan ganda (double- change layer).

Penambahan ion ke dalam air akan meningkatkan kekuatan ionik dan menurunkan gaya tolak. Dengan penambahan garam ke dalam air, muatan koloidal tidak dikurangi secara signifikan, tetapi hanya memperkecil jarak muatan dari permukaan partikel, sehingga lapisan ganda dapat berkurang.

2. Netralisasi muatan dengan adsopsi ion yang berlawanan muatan

Proses ini dilakukan dengan penambahan bahan kimia untuk proses destabilisasi. Penambahan ion yang muatannya berlawanan dengan ion koloid dapat menyebabkan netralisasi lapisan tunggal dari koloid. Netralisasi muatan terjadi saat koagulan ditambahkan secara berlebihan.

3. Penggabungan antar partikel dengan polimer 15.

Polimer-polimer yang mengandung situs aktif sepanjang rantainya dapat menyebabkan adsorbsi koloid. Koloid akan terikat pada beberapa situs sepanjang rantai polimer.

4. Penjebakan oleh flok

Saat sejumlah koagulan ditambahkan ke dalam air, maka akan membentuk flok yang akan mengendap. Karena flok besar dan tiga dimensi, maka koloid akan terjebak di dalam flok, dan akhirnya ikut mengendap.Untuk suspensi encer laju koagulasi rendah karena konsentrasi koloid yang rendah sehingga kontak antar partikel tidak memadai, Bila digunakan dosis koagulan yang terlalu besar akan mengakibatkan restabilisasi koloid. Untuk mengatasi hal ini, agar konsentrasi koloid berada pada titik dimana flok-flok dapat terbentuk dengan baik, maka dilakukan proses recycle sejumlah settled sludge sebelum atau sesudah rapid mixing dilakukan. Tindakan ini dapat dilakukan untuk meningkatkan efektifitas pengolahan.

Aplikasi

Kimia permukaan

Dalam kimia koloid, flokulasi mengacu pada proses di mana partikulat halus berkumpul menjadi flok. Flok kemudian dapat mengapung ke atas cairan (creaming), menetap ke bagian bawah cairan (sedimentasi), atau siap disaring dari cairan. Perilaku flokulasi koloid tanah sangat erat kaitannya dengan kualitas air tawar. Dispersi koloid tanah yang tinggi tidak hanya secara langsung menyebabkan kekeruhan air di sekitarnya tetapi juga menginduksi eutrofikasi karena adsorpsi zat gizi di sungai dan danau dan bahkan kapal di bawah laut.

Kimia fisika

Untuk emulsi, flokulasi menjelaskan pengelompokan tetesan yang tersebar secara bersamaan, di mana tetesan individu tidak kehilangan identitasnya.Flokulasi dengan demikian merupakan langkah awal menuju penuaan lanjut emulsi (perpaduan tetesan dan pemisahan akhir fase-fase). Flokulasi digunakan dalam pembalut mineral, tetapi dapat juga digunakan dalam desain sifat fisik makanan dan produk farmasi.