Pengertian Flammable Gas dan Contohnya

Bahan yang mudah terbakar dapat digolongkan ke dalam cairan dan gas. Flammable gas adalah bahan gas yang mudah terbakar. Simbol pengaman yang digunakan pada tempat penyimpanan material gas yang mudah terbakar. Contoh bahan gas yang mudah terbakar (Flammable Gas) adalah: a. Asetilena, b. LPG dan c. Hidrogen.

Supaya tidak berdampak negatif bagi manusia, bahan kimia yang tergolong flamable gas harus dijauhkan dari panas atau percikan api.

Untuk dapat mengukur kandungan gas di udara, perlu diketahui sifat-sifat dari combustible gas itu sendiri. Ada beberapa istilah yang biasa digunakan dalam pembahasan combustible gas, diantaranya:

  • Explosive Range
  • Lower Explosive Limit
  • Upper Explosive Limit
  • Flash Point
  • Ignition Point
  • Relative Vapor Density

Berikut ini gambaran singkat mengenai bahan-bahan mudah terbakar, yang bisa menimbulkan ledakan (api).

Cobustion Material
Cobustion Material

Bahan solid/liquid/gas, jika bercampur satu sama lain, dan bereaksi bisa saja menimbulkan panas dan akhirnya terjadi ledakan kemudian kebakaran. Demikian juga dengan bahan-bahan kimia organik seperti hidrogen dan sulfur, jika mengalami oksidasi bisa menimbulkan ledakan (penulis bukan ahli kimia, tapi pernah mendapat penjelasan praktis mengenai ini). Bagian mudah terbakar yang berbentuk gas seperti gas metan, jika memiliki komposisi pas pada batas ledakan, kemudian mendapatkan penyulut, maka akan timbul ledakan dan akhirnya bisa menimbulkan kebakaran.

Penyimpanan Bahan Kimia Flammable:

Bahan ini harus disimpan ditempat yang dingin, karena jika disimpan di tempat yang panas bisa menimbulkan kebakaran, Peredaran hawa nya harus cukup, terpisah dari bahan oksidator, Tersedia APAR didekatnya, jauhkan dari sumber api, tempatnya disediakan alat pendeteksi asap/api otomatis.

Contoh Bahan Kimia Flammable: – Aseton, – Benzena, – Etanol, – Eter,- Etil Klorida, – Na, – Fosfor, – Karbon Disulfida, – Metanol .

Simbol bahan kimia di samping menunjukan bahwa bahan tersebut besifat mudah terbakar (flammable). Bahan mudah terbakar dibagi menjadi 2 jenis yaitu Extremely Flammable (amat sangat mudah terbakar) dan Highly Flammable (sangat mudah terbakar.

Bahan dengan label Extremely Flammable memiliki titik nyala pada suhu 0 derajat Celcius dan titik didih pada suhu 35 derajat Celcius. Bahan ini umumnya berupa gas pada suhu normal dan disimpan dalam tabung kedap udara bertekanan tinggi. Frase-R untuk bahan amat sangat mudah terbakar adalah R12.
Bahan dengan label Highly Flammable memiliki titik nyala pada suhu 21 derajat Celcius dan titik didih pada suhu yang tak terbatas. Pengaruh kelembaban pada terbakar atau tidaknya bahan ini sangat besar. Oleh karena itu, mereka biasanya disimpan pada kondisi kelembaban tinggi. Frase-R untuk bahan sangat mudah terbakar yaitu R11.