Pengertian dan Contoh Bahan Pengoksidasi (Oxidizing)

Bahan Pengoksidasi (Oxidizing) diberi lambang O (Oxidizing). Bahan pengoksidasi adalah bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan panas saat kontak dengan bahan organik dan bahan pereduksi. Senyawa yang termasuk contoh bahan pengoksidasi (Oxidizing) adalah sebagai berikut:

a. Hidrogen peroksida,

b. Kalium perklorat

Tindakan yang harus kita tempuh terhadap zat pengoksidasi adalah dengan cara menghindarkan dari panas dan reduktor. Dalam kimia, zat pengoksidasi, dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai oksidator, memiliki dua makna. Pengertian pertama, oksidator adalah spesies kimia yang menghilangkan elektron dari spesies lainnya. Ini adalah salah satu komponen dalam reaksi oksidasi-reduksi (redoks). Pengertian lainnya, oksidator adalah spesies kimia yang memindahkan atom elektronegatif, biasanya oksigen, ke dalam substrat. Pembakaran, ledakan pada umumnya, dan reaksi redoks organik melibatkan reaksi perpindahan atom. Dalam penggunaan yang umum, oksidator memindahkan atom oksigen kepada substrat. Dalam konteks ini, oksidator dapat disebut sebagai pereaksi oksigenasi atau agen pemindah atom oksigen (oxygen-atom transfer (OAT) agent).

Dalam penggunaan yang umum, oksidator memindahkan atom oksigen kepada substrat. Dalam konteks ini, oksidator dapat disebut sebagai pereaksi oksigenasi atau agen pemindah atom oksigen (oxygen-atom transfer (OAT) agent). Contohnya antara lain [MnO4] (permanganat), [CrO4]2− (kromat), OsO4 (osmium tetroksida), dan terutama [ClO4] (perklorat). Perlu diperhatikan bahwa spesies ini semuanya adalah oksida.

Oksidator yang umum (agen pemindah atom O) adalah Oksigen (O2), Ozon (O3), Hidrogen peroksida (H2O2) dan peroksida anorganik lainnya, Fluorin (F2), klorin (Cl2), dan halogen lainnya, Asam nitrat (HNO3) dan senyawa nitrat, Asam sulfat (H2SO4), Asam peroksidisulfat (H2S2O8), Asam peroksimonosulfat (H2SO5), Klorit, klorat, perklorat, dan senyawa halogen sejenis lainnya, Hipoklorit dan senyawa hipohalit lainnya, termasuk pemutih rumah tangga (NaClO), Senayawa krom heksavalen seperti asam kromat dan dikromat serta kromium trioksida, piridinium klorokromat (PCC), dan senyawa kromat/dikromat, Senyawa permanganat seperti kalium permanganat, Natrium perborat, Dinitrogen monoksida (N2O), Kalium nitrat (KNO3), oksidator dalam serbuk hitam

Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan panas saat kontak dengan bahan organik, bahan pereduksi, dll. Misal KMnO4, H2O2, K2Cr2O7. Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya “oxidizing“ biasanya tidak mudah terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan. Dalam berbagai hal mereka adalah bahan anorganik seperti garam (salt-like) dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida-peroksida organik.Frase-R untuk bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9. Bahaya : oksidator dapat membakar bahan lain, penyebab timbulnya api atau penyebab sulitnya pemadaman api. Contoh : hidrogen peroksida, kalium perklorat. Keamanan : hindari panas serta bahan mudah terbakar dan reduktor

Loading...

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *