Mengapa Es Bisa Mengapung di Atas Air

Es bisa mengapung karena kepadatannya atau massa jenisnya lebih kecil sekitar 9% air. Dengan kata lain, es mempunyai sekitar 9% lebih banyak ruang daripada air, sehingga pada volume yang sama berat es lebih kecil dari air. Sebuah zat bisa mengapung jika kurang padat, atau memiliki lebih kecil massa jenisnya dari komponen lain dalam campurannya. Misalnya, jika Anda melemparkan segenggam batu ke dalam seember air, bebatuan, yang padat dibandingkan dengan air, akan tenggelam.

Sebenarnya pada prinsipnya setiap benda padat yang memiliki massa akan tenggelam ketika dimasukkan kedalam air. Namun kenyataannya tidak semua benda memiliki sifat-sifat demikian, misalnya es batu. Walaupun ia merupakan benda padat yang memiliki massa namun apabila dimasukan kedalam air maka es tersebut tidak akan tenggelam. Hal ini terjadi karena es batu memiliki massa jenis yang lebih kecil ketimbang air. Ketika air berubah menjadi es, maka molekul air akan menyesuaikan diri mereka sendiri sehingga mampu menciptakan ruang antar molekul yang belum ada sebelumnya.

Air tersusun atas molekul H2O yang memiliki struktur berbentuk huruf V. Dalam bentuk cairan, molekul – molekul ini dapat bergerak bebas ke segala arah sehingga bentuknya menjadi  tidak teratur. Mereka juga akan saling berdesakan dan bertumbukan satu dengan yang lain

Akibatnya, jarak antara molekul menjadi lebih dekat dan kerapatannya meningkat. Bayangkan saja ketika ada pembagian sembako di kantor kelurahan. Orang – orang yang datang akan saling berdesakan satu dengan yang lain agar mendapatkan jatah sembako.

Kerapatan kerumunan orang saat membagi sembako itu kira – kira sama seperti kerapatan molekul H2O dalam air yang berwujud cair. Air memiliki massa jenis sebesar 1g/ml yang artinya 1 mL air memiliki massa 1 g atau 1L air memiliki massa 1Kg (1.00 g). Ketika air didinginkan sampai titik bekunya yaitu 0 degan C, maka molekul – molekul H2O yang tidak teratur tadi akan akan membeku sehingga membentuk struktur yang rapi. Mereka tidak bisa bergerak bebas lagi ke segala arah.

Struktur molekul air ketika membeku juga meninggalkan ruang – ruang kosong sehingga akan terjadi peningkatan volume. Air dalam wujud padat memiliki volume yang lebih besar dibandingkan dalam air yang berwujud cair. Peningkatan volume dapat kita buktikan dengan cara membekukan air dalam sebuah kantong plastik. Setelah membeku, kantong plastik yang bersisi es akan membengkak  dan ukurannya akan lebih besar dibandingkan kantong palstik yang berisi air. Hal ini disebabkan oleh terjadinya pertambahan volume air ketika membeku.

 

Loading...

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *