Sebutkan contoh bahan pengoksidasi (oxidizer)

Contoh bahan pengoksidasi (oxidizer) adalah sebagai berikut:

a. Amonium nitrat

b. Benzoil peroksida

c. Hidrogen peroksida

d. Kalsium perklorat

Adapun simbol yang menunjukkan bahwa dalam suatu wadah atau tempat berisi bahan yang bersifat oksidator nampak pada simbol gambar di bawah ini:

Lambang bahan pengoksidasi (oxidizer)

Bahan kimia jenis ini adalah bahan-bahan kimia yang dapat membakar bahan lain. Selain itu, bahan ini juga dapat menimbulkan terjadinya api atau penyebab kesulitan pemadaman api. Untuk itu, lindungilah bahan ini dari panas serta bahan mudah terbakar dan reduktor. zat pengoksidasi adalah spesies kimia yang mengalami reaksi kimia di mana ia memperoleh satu atau lebih elektron. Dalam hal ini, ini adalah salah satu komponen dalam reaksi oksidasi-reduksi (redoks). Dalam pengertian kedua, zat pengoksidasi adalah spesies kimia yang mentransfer atom elektronegatif, biasanya oksigen, ke substrat. Pembakaran , banyak bahan peledak, dan reaksi redoks organik melibatkan reaksi transfer atom.

Akseptor elektron berpartisipasi dalam reaksi transfer elektron . Dalam konteks ini, zat pengoksidasi disebut akseptor elektron dan zat pereduksi disebut donor elektron. Zat pengoksidasi klasik adalah ion ferrocenium , yang menerima elektron untuk membentuk Fe (C 5 H 5 ) 2 . Salah satu akseptor terkuat yang tersedia secara komersial adalah ” Biru ajaib “, kation radikal berasal dari N (C 6 H 4 -4-Br) 3 .

zat pengoksidasi adalah zat yang dapat menyebabkan atau memberikan kontribusi pada pembakaran bahan lainnya. Dengan definisi ini beberapa bahan yang diklasifikasikan sebagai agen pengoksidasi oleh ahli kimia analitik tidak diklasifikasikan sebagai agen pengoksidasi dalam pengertian bahan berbahaya. Contohnya adalah kalium dikromat , yang tidak lulus uji barang berbahaya dari zat pengoksidasi.

 Ada dua definisi untuk zat pengoksidasi yang diatur dalam peraturan DOT. Keduanya adalah Kelas 5; Divisi 5.1 (a) 1 dan Kelas 5; Divisi 5.1 (a) 2. Divisi 5.1 “adalah bahan yang, biasanya dengan menghasilkan oksigen, menyebabkan atau meningkatkan pembakaran bahan lain.” Divisi 5. (a) 1 dari kode DOT berlaku untuk pengoksidasi padat “jika, ketika diuji sesuai dengan Panduan Pengujian dan Kriteria PBB (IBR, lihat § 171.7 dari sub-bab ini), waktu pembakaran rata-rata kurang dari atau sama dengan waktu pembakaran campuran 3: 7 kalium bromat / selulosa. ” 5.1 (a) 2 dari kode DOT berlaku untuk pengoksidasi cairan “jika, ketika diuji sesuai dengan Manual Pengujian dan Kriteria PBB, ia menyala secara spontan atau waktu rata-rata untuk kenaikan tekanan dari 690 kPa ke pengukur 2070 kPa kurang dari waktu campuran asam nitrat 1: 1 (65 persen) / selulosa.

Baca Juga  Sebutkan 7 contoh senyawa terpen

Manusia hidup karena reaksi oksidasi reduksi atau disingkat redoks. Glukosa dalam tubuh dapat menghasilkan energi karena reaksi oksidasi. Oleh karena itu, kekurangan oksigen dalam tubuh akan menyebabkan kekurangan energi yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas.

Reaksi yang berhubungan dengan oksigen disebut oksidasi. Oksigen bereaksi dengan hampir semua unsur membentuk senyawa yang disebut oksida. Contohnya, magnesium sangat mudah bergabung dengan oksigen. Permukaan logam yang masih baru dikenakan terhadap udara akan segera teroksidasi menghasilkan lapisan magnesium oksida, MgO. Besi, juga dengan mudah dioksidasi diudara terbuka menghasilkan karat yang disusun dari Fe2O3. Besi yang telah teroksidasi, atau oksida besi, dapat juga dirusak, atau direduksi, menghasilkan logam Fe murni Proses pembuatan logam dari oksidanya disebut reduksi.

Oksigen selain bereaksi dengan unsur dapat juga bereaksi dengan molekul. Reaksi oksigen dengan molekul yang mengandung unsur karbon dan hidrogen, misalnya glukosa, akan menghasilkan hasil akhir yaitu H2O dan CO2.

Selanjutnya, pengertian oksida dan reduksi menjadi lebih luas, tidak hanya reaksi dengan oksigen. Misalnya, besi oksida, Fe2O3, adalah senyawa ionik (lihat Kimia Dasar I tentang Struktur Molekul) yang tersusun dari ion Fe3+ dan O2-. Reaksi besi dengan oksigen adalah,
Fe(s) + 3O2(g) → 2 Fe2O3(s)

Berdasarkan reaksi di atas, mula-mula Fe adalah atom netral tetapi kemudian kehilangan elektron sehingga berubah menjadi ion Fe3+. Besi dapat kembali menjadi logam besi. Proses balik ini terjadi bila ion Fe3+ memperoleh elektron. Proses melepaskan dan menerima elektron masing-masing disebut oksidasi dan reduksi. Jadi oksidasi adalah proses melepaskan elektron oleh suatu zat, dan reduksi adalah proses menerima elektron oleh suatu zat. Reaksi yang melibatkan oksidasi dan reduksi disebut reaksi oksidasi-reduksi, atau disingkat reaksi redoks.

Baca Juga  Apa nama rantai terpanjang dari 5 atom karbon yang benar?

Perhatikan reaksi pembentukan MgO,
Mg(s) + O2(g) → 2MgO(s)

Produk MgO adalah senyawa ionik yang mengandung Mg2+ dan O2- yang terbentuk melalui pemindahan elektron dari Mg kepada oksigen. Magnesium melepaskan elektron melalui proses,
Mg → Mg2+ + 2e (oksidasi)
Perubahan Mg menjadi Mg2+ disebut oksidasi karena magnesium melepaskan elektron. Oksigen menerima elektron melalui reaksi,
O2 + 4e → 2O2- (reduksi)
Perubahan O2 menjadi O2- adalah reduksi karena oksigen memperoleh elektron. Oleh karena itu, pada reaksi Mg(s) + O2(g), magnesium dioksidasi dan oksigen direduksi. Pada setiap reaksi redoks, oksidasi dan reduksi terjadi secara bersamaan (simultan). Tidak pernah terjadi zat melepaskan elektron tanpa ada zat lain yang menerimanya. Hal ini disebabkan karena elektron tidak pernah ditemukan sebagai pereaksi atau produk dalam setiap perubahan kimia atau reaksi kimia. Dari sini juga dapat disimpulkan bahwa jumlah total elektron yang diperoleh sama dengan jumlah total elektron yang dilepaskan. Jadi, pada reaksi Mg(s) + O2(g), 2 atom Mg bereaksi dengan 1 molekul O2, karena 2 atom Mg membebaskan 4e dan 1 molekul O2 menerima 4e.

Pada reaksi redoks terdapat 2 istilah yaitu zat pengoksidasi (oksidator) dan zat pereduksi (reduktor). Zat pengoksidasi adalah zat yang menerima elektron dari zat yang dioksidasi. Zat pengoksidasi adalah zat yang mengalami reduksi. Jadi zat pengoksidasi adalah zat yang menyebabkan terjadinya oksidasi. Pada reaksi pembentukan MgO, O2 mengambil elektron dari Mg dan menyebabkan Mg teroksidasi. Jadi O2 adalah zat pengoksidasi. Pada reaksi Mg(s) + O2(g), zat pengoksidasi (O2) menjadi tereduksi. Zat pereduksi adalah zat yang memberikan elektron pada zat yang direduksi. Zat pereduksi adalah zat yang mengalami oksidasi. Jadi zat pereduksi adalah zat yang menyebabkan terjadinya reduksi. Pada reaksi pembentukan MgO, Mg memberikan elektron pada O2 yang menyebabkan O2 tereduksi. Jadi Mg adalah zat pereduksi. Pada reaksi Mg(s) + O2(g), zat pereduksi (Mg) menjadi teroksidasi.

Baca Juga  Pengaruh Suhu pada Laju Reaksi