Kegunaan Timah bagi Kehidupan Manusia

Timah adalah logam lembut, lentur, logam putih keperakan. Timah tidak mudah teroksidasi dan tahan korosi karena dilindungi oleh lapisan oksida. Timah tahan korosi dari air laut dan air keran yang lembut, dan dapat bereaksi dengan asam kuat. Timah oksida tidak larut dalam air dan bijih sangat menolak pelapukan, sehingga jumlah timah di tanah dan perairan alami rendah. Konsentrasi di tanah umumnya antara kisaran 1-4 ppm tetapi beberapa tanah memiliki kurang 0,1 ppm sedangkan gambut dapat memiliki sebanyak 300 ppm.

Bahan solder mengandung timah

Timah biasanya terdapat dalam dua bentuk alotropi, yaitu timah putih  atau bentuk “logam” yang stabil pada suhu di atas 14 °C dan timah abu-abu  atau bentuk “nonlogam” yang stabil pada suhu di bawah 13 °C. Tambang timah utama adalah timah(IV) oksida (SnO2), yang dikenal dengan cassitente. Tambang timah kudapat di P. Bangka (Belitung). Timah diperoleh dengan mereduksi SnO2 dengan karbon, sesuai dengan reaksi berikut.

SnO2(s) + C(s) → Sn(s) + CO2(g)

Kegunaan Timah

  1. Timah digunakan untuk membuat kaleng kemasan, seperti untuk roti, susu, cat, dan buah serta melapisi kaleng yang terbuat dari besi dari perkaratan.
  2. Timah digunakan untuk membuat paduan logam (alloy), misalnya perunggu (campuran timah, tembaga, dan seng)
  3. Campuran timah dan timbal sebagai solder untuk menggabung pipa atau sirkuit listrik
  4. Sebagai bahan amalgam gigi
  5. Timah dapat digunakan dalam lapisan kontainer baja berlapis timah
  6. Timah pernah menjadi bahan pembungkus umum untuk makanan dan obat-obatan, sekarang digantikan oleh penggunaan aluminium foil
  7. Paduan niobium-timah digunakan untuk magnet superkonduksi
  8. Timah oksida digunakan untuk keramik dan sensor gas

Pengertian Timah

Timah adalah merupakan sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang mempunyai simbol Sn dan nomor atom 50. Timah termasuk logam pasca-transisi di kelompok 14 di dalam tabel periodik. Timah menunjukan kesamaan kimia dengan Germanium dan Timbal yang juga berada di kelompok 14 yang mempunyai dua kemungkinan bilangan oksidasi, +2 dan +4 yang sedikit lebih stabil. Timah ialah elemen ke 49 yang paling banyak melimpah di bumi, memiliki 10 isotop stabil, jumlah terbesar dalam tabel periodik.

Unsur ini merupakan logam yang miskin disebut juga logam post-transisi keperakan, bisa ditempa (malleable), tak mudah teroksidasi dalam udara hingga tahan karat, ditemukan didalam banyak aloy, dan dipakai untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah terjadinya karat. Timah diperoleh terutama dari mineral kasiterit yang terbentuk sebagai oksida

Rumus Kimia Timah

timah
timah

 

Karakteristik Bijih Timah

Bijih timah yang ditambang di negara kepulauan Indonesia umumnya ialah dari jenis endapan timah aluvial dan sering disebut juga sebagai endapan timah sekunder ataupun disebut timah placer. Jenis bijih timah ini sudah terlepas dari endapan induknya timah primer, lalu oleh air diendapkan kembali di tempat yang lain yang lebih rendah.

Secara ekonomis, mineral penghasil timah putih ialah kasiterit dengan rumus kimia SnO2, meskipun ada sebagian kecil timah yang didapatkan dari sulfida seperti misalnya silindrit, stanit, frankeit, kanfieldit dan tealit. Mineral utama yang terkandung dalam bijih timah ialah kasiterit, sedangkan mineral ikutannya ialah pirit, zirkon,kuarsa, ilmenit, galena, bismut, stibnit, arsenik, kalkopirit, monasit dan xenotim

Unsur Timah

Timah tak di temukan didalam unsur bebasnya dibumi akan tetapi didapat dari senyawaannya. Timah pada saat ini didapat dari mineral cassiterite ataupun tinstone. Cassiterite ialah mineral oksida dari timah SnO2, dengan kandungan timah berkisar sekitar 78%.

Contoh lain sumber bijih timah yang lain dan kurang mendapat perhatian daripada cassiterite ialah kompleks mineral sulfide yaitu stanite (Cu2FeSnS4) yang merupakan mineral kompleks antara tembaga – besi – timah – belerang dan cylindrite merupakan mineral kompleks dari timbale – timah – besi – antimon – belerang dua contoh mineral ini biasanya ditemukan bergandengan dengan mineral logam yang lainnya seperti perak.

Timah ialah unsur ke-49 yang paling banyak di temui di kerak bumi dimana timah memiliki kandungan 2 ppm dan jika dibandingkan dengan seng 75 ppm, tembaga 50 ppm, dan 14 ppm untuk timbal. Cassiterite juga banyak ditemui dalam deposit alluvial yaitu tanah atau sediment yang tak berkonsolidasi membentuk bongkahan batu dimana dapat mengendap di dasaran laut, sungai, ataupun danau.

Alluvium terdiri dari berbagai mineral seperti halnya pasir, tanah liat, dan batu-batuan kecil. nyaris 80% produksi timah didapat dari alluvial/alluvium atau istilahnya yaitu deposit sekunder. Diperkirakan untuk mendapatkan 1 Kg Cassiterite maka sekitar 7 sampai 8 ton biji timah/alluvial harus ditambang dan disebabkan konsentrasi cassiterite sangat rendah.

Dibumi ini timah tersebar tidak merata namun terdapat didalam satu daerah geografi dimana sumber penting terdapat di Asia tenggara termasuk negara china, Myanmar, Malaysia,thailand, dan Indonesia. Hasil yang tidak sebegitu banyak diperoleh dari Peru, Afrika Selatan, UK, dan Zimbabwe.

Pengolahan Bijih Timah

Secara garis besar, pengolahan bijih timah jadi logam timah terdiri atas operasi konsentrasi atau mineral dressing maupun ekstraksi yaitu peleburan atau smelting dan pemurnian atau juga refining.

Manfaat Timah

  • Sebagai Lapisan Produk Baja
  • Sebagai Penyambung Logam dengan Solder
  • Sebagai Komponen Logam Ringan
  • Menjadi Magnet Konduksi
  • Sebagai Sensor Gas dalam Industri Keramik
  • Sebagai Bahan Kemasan
  • Sebagai Pelapis Kaleng
  • Sebagai Bahan Produksi Kaca
  • Sebagai Bahan Kombinasi Perunggu