Jelaskan Pentingnya Variasi Genetik

Dalam variasi genetik, gen dari organisme  terjadi perubahan dalam populasi. Alel gen menentukan ciri-ciri yang berbeda yang dapat diturunkan dari orang tua kepada keturunannya. Variasi genetik terjadi terutama melalui mutasi DNA, aliran gen (pergerakan gen dari satu populasi yang lain) dan reproduksi seksual. Karena kenyataan bahwa lingkungan tidak stabil, populasi yang variabel genetik akan dapat beradaptasi dengan perubahan situasi yang lebih baik daripada mereka yang tidak mengandung variasi genetik.

Keanekaragaman genetik memainkan peran yang sangat penting dalam sintasan dan adaptabilitas suatu spesies, karena ketika lingkungan suatu spesies berubah, variasi gen yang kecil diperlukan agar spesies dapat bertahan hidup dan beradaptasi. Spesies yang memiliki derajat keanekaragaman genetik yang tinggi pada populasinya akan memiliki lebih banyak variasi alel yang dapat diseleksi. Seleksi yang memiliki sangat sedikit variasi cendering memiliki risiko lebih besar. Dengan sedikitnya variasi gen dalam spesies, reproduksi yang sehat akan semakin sulit, dan keturunannya akan menghadapi permasalahan yang ditemui pada penangkaran sanak.

Relevansi agrikultural

Ketika manusia mulai bercocok tanaman, terdapat usaha penangkaran selektif untuk menurunkan sifat-sifat yang menguntungkan pada tanaman, dan menghilangkan sifat-sifat yang merugikan. Penangkaran selektif ini mengakibatkan monokultur, yakni keseluruhan tumbuhan pada ladang memiliki gen yang hampir identik satu sama lainnya. Keanekaragaman genetik yang rendah tersebut mengakibatkan tanaman sangat rentan terkena serangan pada suatu variasi genetik tertentu dan menghancurkan keseluruhan spesies.

Wabah Kelaparan Kentang di Irlandia merupakan contoh akibat dari rendahnya keanekaragaman genetik pada kentang. Karena tanaman kentang yang baru tidak dihasilkan dari reproduksi, melainkan dari bagian tumbuhan induk, tidak ada keanekagraman genetik yang berkembang, dan keseluruhan tanaman kentang dapat dikatakan merupakan hasil kloning dari satu tanaman kentang, sehingga sangat rentan terhadap epidemik. Pada tahun 1840-an, populasi Irlandia kebanyakan bergantung pada kentang sebagai sumber makanan utama. Masyarakat Irlandia pada saat itu menanam varietas kentang yang bernama “lumper”, yang rentan terhadap serangan Phytophthora infestans. Plasmodiophorid ini menghancurkan mayoritas tanaman kentang, dan menyebabkan puluhan ribu orang mati kelaparan.

Ada tiga sumber variasi genetik: mutasi, aliran gen, dan reproduksi generatif. Mutasi  hanyalah sebuah perubahan dalam DNA. Mutasi sendiri tidak sangat umum, dan biasanya berbahaya bagi populasi. Karena itu, mutasi biasanya dipilih melawan melalui proses evolusi. Aliran gen adalah pergerakan informasi genetik antara populasi yang berbeda. Metode ini meningkatkan variasi genetik karena memperkenalkan alel baru ke dalam populasi meningkatkan jumlah keanekaragaman. Semakin banyak alel yang tersedia dalam suatu populasi, semakin banyak variasi yang dapat terjadi.Reproduksi generatif menyebabkan variasi genetik karena menciptakan kombinasi gen baru. Anda mendapatkan setengah dari informasi genetik dari satu orang tua, dan setengah dari yang lain, yang menciptakan sejumlah besar kombinasi genetik yang mungkin. Pindah silang selama reproduksi generatif adalah ketika pertukaran untai DNA, dan ini juga menyebabkan kombinasi genetik baru.