Fungsi tawas dalam pengolahan air minum

Fungsi tawas dalam pengolahan air minum adalah untuk menjernihkan air. Proses pengolahan air untuk keperluan air minum dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Pada air yang kotor ditambahkan tawas untuk mengendapkan kotoran, atau lumpur, sehingga setelah melalui tahap penyaringan diperoleh air yang bersih.

b. Sifat asam dari air dapat dinetralkan dengan menambahkan air kapur

c. Penambahan kaporit dapat digunakan untuk membunuh bakteri-bakteri.

Tawas telah dikenal sebagai flocculator yang berfungsi untuk menggumpalkan kotoran-kotoran pada proses penjernihan air. Tawas sering sebagai penjernih air , kekeruhan dalam air dapat dihilangkan melalui penambahan sejenis bahan kimia yang disebut koagulan. Pada umumnya bahan seperti Aluminium sulfat [Al2(SO4)3.18H2O] atau sering disebut alum atau tawas, fero sulfat, Poly Aluminium Chlorida (PAC) dan poli elektrolit organik dapat digunakan sebagai koagulan. Untuk menentukan dosis yang optimal, koagulan yang sesuai dan pH yang akan digunakan dalam proses penjernihan air, secara sederhana dapat dilakukan dalam laboratorium dengan menggunakan tes yang sederhana (Alearts & Santika, 1984). Prinsip penjernihan air adalah dengan menggunakan stabilitas partikel-partikel bahan pencemar dalam bentuk koloid. Tawas sebagai koagulan di dalam pengolahan air maupun limbah. Sebagai koagulan alum sulfat sangat efektif untuk mengendapkan partikel yang melayang baik dalam bentuk koloid maupun suspensi.

Tawas atau Aluminium sulfat adalah kelompok garam rangkap berhidrat yang berupa Kristal serta memiliki sifat isomorf. Tawas kristal cukup mudah untuk dapat larut di dalam air. Tawas atau Aluminium sulfat sudah dikenal lama sebagai flocculator yang berfungsi untuk mengumpulkan kotoran dalam proses pemurnian air. Tawas sangat efektif dalam mengendapkan partikel yang melayang di dalam air baik dalam bentuk keloid atau suspensi sehingga banyak digunakan oleh PDAM dalam proses pengolahan air bersih yang nantinya akan didistribusikan ke masyarakat. Meski tawas banyak ditemukan di pasaran dan dujual secara bebas, hal ini tidak berarti tawas aman seratus persen. Apalagi jika dijadikan bahan campuran yang masuk ke tubuh seperti campuran air dalam makanan maupun air minum.

Tawas memiliki banyak kegunaan. Di bawah ini akan diulas mengenai berbagai penggunaan tawas. 1). Aftershave (krim cukur). Tawas digunakan dalam aftershave karena sifatnya sebagai astringent. Tawas dapat dioleskan pada wajah yang baru dicukur untuk mencegah dan mengurangi perdarahan yang disebabkan karena luka kecil. 2). Deodoran. Tawas juga dikenal sebagai kristal deodoran dan digunakan secara luas sebagai solusi untuk masalah keringat berlebihan. Tawas berguna untuk menekan pertumbuhan bakteri di ketiak. 3). Wasir.  Bubuk tawas bisa digunakan untuk mengobati wasir dan berfungsi mencegah perdarahan.

4). Sariawan. Bubuk tawas juga digunakan untuk mengobati sariawan. Terapkan sejumput tawas ke daerah yang terkena sariawan. 5). Baking powder. Tawas digunakan sebagai campuran dalam baking powder untuk memberikan rasa logam samar. 6). Bahan pengawet. Tawas bisa digunakan sebagai bahan pengawet dan aditif makanan. Namun perlu berhati-hati dengan jumlah tawas yang digunakan, karena lebih dari satu ons tawas bisa menyebabkan keracunan. 7). Fotografi. Tawas umum digunakan oleh fotografer yang menggunakan teknik tradisional untuk mencetak film. Tawas berguna mengeraskan film gelatin.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *