Fungsi Katalis dalam Kesetimbangan dan Contohnya

Fungsi katalis dalam kesetimbangan adalah untuk mempercepat tercapainya kesetimbangan. Dalam reaksi kesetimbangan katalis tidak tidak menggeser kesetimbangan. Katalis dalam kesetimbangan tidak mempengaruhi letak kesetimbangan. Contoh katalis dalam kesetimbangan adalah sebagai berikut:

V2O5 adalah katalis yang digunakan dalam proses kontak dalam pembuatan asam sulfat

Katalis besi dengan campuran Al2O3, MgO, CaO, dan K2O yang digunakan dalam proses Haber-Bosch

Sesuai dengan fungsinya sebagai zat yang mem- percepat reaksi, katalis berfungsi mempercepat tercapai- nya kesetimbangan, dengan cara mempercepat reaksi maju dan reaksi balik sama besar. Jadi, katalis berfungsi pada awal reaksi sebelum kesetimbangan tercapai. Jika laju reaksi maju = laju reaksi balik setelah kesetimbangan tercapai, maka katalis berhenti berfungsi. Katalis hanya mampu mempercepat reaksi, tetapi tidak dapat membuat reaksi. Jadi, katalis tidak dapat meng- geser reaksi yang telah setimbang

Konsep kesetimbangan kimia dikembangkan setelah Berthollet (1803) menemukan bahwa beberapa reaksi kimia bersifat reversibel. Untuk setiap campuran reaksi yang ada pada kesetimbangan, laju pada reaksi maju dan mundur adalah sama. Dalam persamaan berikut ini panah menunjuk kedua arah menunjukkan kesetimbangan, A dan B adalah spesi reaktan kimia, S dan T adalah spesi produk, dan α, β, σ, dan τ adalah koefisien stoikiometri dari reaktan dan produk tersebut:

α A + β B is in equilibrium with σ S + τ T

Posisi konsentrasi kesetimbangan dari suatu reaksi dikatakan berada “jauh ke kanan” jika, pada kesetimbangan, hampir semua reaktan dikonsumsi. Sebaliknya posisi kesetimbangan dikatakan “jauh ke kiri” jika hampir tidak ada produk yang terbentuk dari reaktan.

Untuk mengetahui apakah reaksi telah mencapai kesetimbangan dan memprediksikan arah reaksi, ditentukan nilai dari kuosien reaksi, Qc, dengan mensubstitusikan nilai konsentrasi masing-masing substansi (produk dan reaktan) pada keadaan setimbang pada konstanta kesetimbangan kimia, Kc, dengan nilai konsentrasi awal masing-masing substansi pada keadaan reaksi tersebut.

Qc = Kc , reaksi telah mencapai kesetimbangan. Jika Qc = Kc, reaktan ⇌ produk

Qc < Kc , reaksi akan berlangsung dari arah kiri ke kanan (pembentukan produk) hingga mencapai kesetimbangan kimia (Qc = Kc). Jika Qc < Kc, reaktan → produk

Qc > Kc , reaksi akan berlangsung dari arah kanan ke kiri (pembentukan reaktan) hingga mencapai kesetimbangan kimia (Qc = Kc). Jika Qc > Kc, reaktan ← produk

Loading...

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *