Sebutkan bunyi hukum ohm

Bunyi hukum Ohm adalah  “Kuat arus dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangan pada ujung-ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian”. Hukum Ohm dinamai dari ahli fisika Jerman, Georg Simon Ohm (1787-1854). Menurut Hukum ohm ini kuat arus listrik yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar itu, dengan syarat suhu penghantar tetap. George Simon Ohm adalah seorang ahli fisika jerman pada tahun 1826 berhasil menemukan hubungan antara arus listrik dengan tegangan listrik yang sampai sekarang dikenal dengan hukum ohm. Secara matematis hukum ohm tersebut dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai berikut: V = IR. Dengan V adalah beda potensial (volt), I = kuat arus (ampere) dan R = hambatan (ohm).

Contoh Kasus dalam Praktikum Hukum Ohm

Untuk lebih jelas mengenai Hukum Ohm, kita dapat melakukan Praktikum dengan sebuah Rangkaian Elektronika Sederhana seperti dibawah ini :

Rangkaian untuk Praktikum Hukum Ohm

Kita memerlukan sebuah DC Generator (Power Supply), Voltmeter, Amperemeter, dan sebuah Potensiometer sesuai dengan nilai yang dibutuhkan.

Dari Rangkaian Elektronika yang sederhana diatas kita dapat membandingkan Teori Hukum Ohm dengan hasil yang didapatkan dari Praktikum dalam hal menghitung Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Resistansi/Hambatan (R).

 

Menghitung Arus Listrik (I)

Rumus yang dapat kita gunakan untuk menghitung Arus Listrik adalah I = V / R

Contoh Kasus 1 :

Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Output Tegangan 10V, kemudian atur Nilai Potensiometer ke 10 Ohm. Berapakah nilai Arus Listrik (I) ?
Masukan nilai Tegangan yaitu 10V dan Nilai Resistansi dari Potensiometer yaitu 10 Ohm ke dalam Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini :
I = V / R
I = 10 / 10
I = 1 Ampere
Maka hasilnya adalah 1 Ampere.

Baca Juga  Apa itu kompor surya?

Contoh Kasus 2 :

Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Output Tegangan 10V, kemudian atur nilai Potensiometer ke 1 kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I)?
Konversi dulu nilai resistansi 1 kiloOhm ke satuan unit Ohm. 1 kiloOhm = 1000 Ohm. Masukan nilai Tegangan 10V dan nilai Resistansi dari Potensiometer 1000 Ohm ke dalam Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini :
I = V / R
I = 10 / 1000
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere
Maka hasilnya adalah 10mA

Aplikasi Hukum Ohm

Salah satu aplikasi dari hukum ohm ini adalah rangkaian listrik yang biasanya digunain sebagai dasar peralatan atau benda yang membutuhkan tenaga listrik buat ngehidupinnya. Secara sederhana untuk membuat rangkaian listrik kamu hanya perlu sumber tegangan, hambatan, dan arus yang sudah diperkirakan.

  • Rangkaian Listrik

Dari rangkaian sederhana ini, rangkaian listrik kebagi menjadi 2 jenis yaitu rangkaian listrik paralel dan rangkaian listrik seri. Kamu bisa gunain salah satu dari rangkaian listrik ini sesuai kebutuhan dari peralatanmu. Kalo dibandingin dengan rangkaian paralel, rangkaian seri sebenarnya rangkaian yang paling mudah. Jadi kamu tinggal pasang sumber tegangan dan hambatan/lampu.

Kalo rangkaian paralel, kamu harus membuat minimal dua cabang pada rangkaian listrikmu. Kelebihan rangkaian paralel dibandingkan rangkaian seri adalah kalo salah satu bagian dari rangkaianmu mati, misal lampu A mati, maka lampu B atau lampu lainnya nggak bakalan mati karena aliran listriknya terpisah. Gambar rangkaian paralel bisa kamu liat seperti di bawah ini.

Berbeda kalo kamu gunain rangkaian seri, ketika lampu pertama mati, maka lampu kedua dan seterusnya ngga bakalan hidup karena nggak nerima listrik dari rangkaian lampu pertama. Cuman kalo rangkaian seri, nyala lampu bakalan lebih terang dibandingkan dengan rangkaian paralel karena nggak ada pembagian tegangan dan arus listrik.

  • Peralatan Listrik (Lampu, Kulkas, dan TV)

Penerapan lain hukum ohm selain rangkaian listrik adalah saat kamu nyalain lampu, kulkas, dan tv. Kamu bisa ngitung kebutuhan tegangan untuk peralatan tersebut sehingga kalo kamu nyalain semua peralatan tersebut, listrik rumahmu nggak bakalan padam akibat kelebihan beban. Selain itu, kamu juga bisa ngatur penggunaan tegangan pada beberapa barang yang kamu punya.

Baca Juga  Contoh soal GLBB dipercepat dan Jawabannya