Keselamatan Kerja di Laboratorium

1 min read

Seorang praktikan pada saat melaksanakan praktikum di laboratorium harus memperhatikan dan mematuhi aturan tata kerja di laboratorium. Hal ini dilakukan supaya ketika praktikan bekerja di laboratorium tidak terjadi kecelakaan.

Keselamat kerja di laboratorium

Keselamatan Kerja di Laboratorium

Menurut Depkes RI  standar kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium antara lain sebagai berikut.
1. Pakailah jas laboratorium saat berada dalam ruang pemeriksaan atau di ruang laboratorium. Lepaskan jas laboratorium setelah selesai bekerja.
2. Cuci tangan sebelum pemeriksaan.
3. Menggunakan alat pelindung diri (masker, sarung tangan, kacamata, dan sepatu tertutup).
4. Semua specimen harus dianggap infeksius (sumber penular), oleh karena itu harus ditangani dengan sangat hati-hati.
5. Semua bahan kimia harus dianggap berbahaya, oleh karena itu harus ditangani dengan hati-hati.
6. Tidak makan, minum, dan merokok di dalam laboratorium.
7. Tidak menyentuh mulut dan mata pada saat sedang bekerja.
8. Tidak diperbolehkan menyimpan makanan di dalam lemari pendingin yang digunakan menyimpan bahan-bahan klinik atau riset.
9. Tidak diperbolehkan melakukan pengisapan pipet melalui mulut, gunakan peralatan mekanik (seperti pengisap karet) atau pipet otomatis.
10. Tidak membuka sentrifuge sewaktu masih berputar.
11. Menutup ujung tabung penggumpal darah dengan kertas atau kain, atau jauhkan dari muka sewaktu membuka.
12. Bersihkan semua peralatan berkas pakai dengan disinfektan larutan klorin 0,5% dengan cara merendam selama 20-30 menit.
13. Bersihkan permukaan tempat bekerja atau meja kerja setiap kali selesai bekerja dengan menggunakan larutan klorin 0,5%.
14. Pakai sarung tangan rumah tangga sewaktu membersihkan alat-alat laboratorium dari bahan gelas.
15. Gunakan tempat antitembus dan antibocor untuk menempatkan bahan-bahan yang tajam.
16. Letakkan bahan-bahan limbah infeksi di dalam kantong plastik atau wadah dengan penutup yang tepat.
17. Cuci tangan dengan sabun dan beri disinfektan setiap kali selesai bekerja.

Baca Juga  Macam Hormon Kelenjar Hipofisis beserta Fungsinya

Tidak hanya di laboratorium, kita juga perlu berhati-hati dalam melakukan pengamatan di luar laboratorium (di alam). Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan pengamatan di alam.
1. Pastikan diri kita berada pada tempat dan waktu yang aman pada saat melakukan penelitian, dan pastikan diri kita dalam keadaan sehat dalam melakukan pengamatan.
2. Gunakan helm atau topi lapangan, sepatu bot, dan pakaian yang kuat untuk menghindari gesekan, benturan, atau kontak langsung dengan objek berbahaya dengan badan.
3. Gunakan alat ukur dengan cermat, teliti, dan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan pengukurn sehingga kesalahan terhadap prediksi gejala alam yang terjadi dapat dihindari.
4. Persiapkan peralatan dan perlengkapan P3K.

Kekurangan vitamin apa yang menyebabkan penyakit kudis?

Vitamin yang menyebabkan penyakit kudis adalah vitamin C. Contents1 Penjelasan1.1 Gejala1.2 Makanan yang mengandung vitamin C1.2.0.1 3 Penjelasan Penyakit kudis adalah penyakit yang disebabkan...
smpsma
25 sec read

Perbedaan antara Limfosit B dan T (Sel B dan…

Pada tabel di bawah ini akan dijelaskan perbedaan antara Limfosit B dan T ( Sel B dan sel T):   Limfosit B (sel B)...
smpsma
34 sec read

Apa penyebab dan dampak pencemaran udara

Udara yang sangat panas merupakan indikator sudah tercemarnya udara di sekeliling kita. Dampak lainnya pun sudah terasa misalnya terjadinya kemarau panjang. Ada sebuah permasalahan...
smpsma
47 sec read