Apa yang dimaksud Selat Makasar

Selat Makasar adalah selat yang menghubungkan Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi.  Selain Selat Makasar, di Indonesia terdapat selat-selat lainnya, yang di antaranya adalah: a. Selat Sunda adalah selat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. b. Selat Karimata yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan c. Selat Malaka yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Malaysia. Selat ini merupakan sebuah laut yang menghubungkan dua pulau. Sedangkan Samudera adalah lautan yang sangat luas.

Lokasi dan topografi alur laut yang membentuk Arus Lintas Indonesia ditunjukkan di gambar. Selat Lombok memiliki kedalaman 300 m dengan lebar 35 km dan arusnya berkecepatan antara 0,286 m/detik (0,6 mi/jam) ke timur hingga 0,67 m/detik ke barat (rata-rata 0,25 m/detik ke barat). Arus di Ombai berkecepatan mulai dari 0,12 m/detik ke timur hingga 0,16 m/detik ke barat (rata-rata 0,11 m/detik ke barat) dan melintasi alur laut sedalam 1.250 m dan selebar 35 km. Selat Timor yang memiliki kedalaman 1.890 m dan lebar 160 km adalah alur keluar terlebar dengan kecepatan rata-rata 0,02 m/detik. Pada tahun 2004–2006, 11 pelampung pengukur ditambatkan di alur masuk dan keluar Arlindo dan ditempatkan untuk mengukur pengaruh setiap alur laut sebagai bagian dari program International Nusantara Stratification and Transport (INSTANT). Arus yang melintasi Selat Makassar (11,6 Sv, 1 Sv = 106 m³/detik) dan Lifamatola (1,1 Sv) mencapai 12,7 Sv. Total perpindahan arus keluar mencapai 15,0 Sv (berkisar antara 10,7 sampai 18,7 Sv) dan merupakan gabungan dari arus Lombok (2,6 Sv), Ombai (4,9 Sv), dan Timor (7,5 Sv). Perpindahan panas di Arlindo sebesar 1,087 PW (1 PW=1015 Watt).

Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi itu mengarah ke Selat Makassar, laut yang memisahkan Sulawesi dan Kalimantan. Target mereka adalah keanekaragaman hayati di laut dalam. “Selama ini ekspedisi baru mencapai laut dangkal,” kata Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Iskandar Zulkarnain, saat pelepasan tim di Pelabuhan Nizam Zaman, Muara Baru, Jakarta Utara.

Dia mengatakan pemilihan Selat Makassar berdasarkan perlintasan arus laut Indonesia (Arlindo) dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia yang membawa massa air besar, yang mencapai 9 ton per detik. “Dengan jumlah sebesar itu, bisa membawa manfaat dan juga problematika ke seluruh perairan Indonesia,” ujar Iskandar. Menurut dia, arus merupakan unsur penting bagi penentu siklus nutrien dan karbondioksida di laut. Rantai makanan di laut, dia melanjutkan, juga dipengaruhi massa air yang dingin, kaya nutrien, dan terangkat ke permukaan bersamaan dengan proses upwelling atau kenaikan massa air laut.

 

Loading...

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *