Apa yang dimaksud dengan perang dingin

Perang dingin merupakan konflik ideologi antara Blok Barat (liberalisme-kapitalisme) pimpinan Amerika Serikat dan Blok Timur (sosialisme-komunisme) pimpinan Uni Soviet yang berkembang setelah Perang Dunia II berakhir. Negara-negara yang termasuk blok barat adalah negara yang berada di kawasan eropa, seperti: Inggris, perancis, Belanda, Belgia, Jerman Barat dan lain-lain. Negara-negara yang termasuk blok timur adalah negara yang berada di kawasan eropa timur, seperti: Bulgaria, Ceko, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, dan Rumania.

Peristiwa ini dinamakan Perang Dingin karena kedua belah pihak tidak pernah terlibat dalam aksi militer secara langsung, namun masing-masing pihak memiliki senjata nuklir yang dapat menyebabkan kehancuran besar. Perang Dingin juga mengakibatkan ketegangan tinggi yang pada akhirnya memicu konflik militer regional seperti Blokade Berlin (1948–1949), Perang Korea (1950–1953), Krisis Suez (1956), Krisis Berlin 1961, Krisis Rudal Kuba (1962), Perang Vietnam (1959–1975), Perang Yom Kippur (1973), Perang Afganistan (1979–1989), dan penembakan Korean Air Penerbangan 007 oleh Soviet (1983). Alih-alih terlibat dalam konflik secara langsung, kedua belah pihak berkompetisi melalui koalisi militer, penyebaran ideologi dan pengaruh, memberikan bantuan kepada negara klien, spionase, kampanye propaganda secara besar-besaran, perlombaan nuklir, menarik negara-negara netral, bersaing di ajang olahraga internasional, dan kompetisi teknologi seperti Perlombaan Angkasa. AS dan Uni Soviet juga bersaing dalam berbagai perang proksi; di Amerika Latin dan Asia Tenggara, Uni Soviet membantu revolusi komunis yang ditentang oleh beberapa negara-negara Barat, Amerika Serikat berusaha untuk mencegahnya melalui pengiriman tentara dan peperangan. Dalam rangka meminimalkan risiko perang nuklir, kedua belah pihak sepakat melakukan pendekatan détente pada tahun 1970-an untuk meredakan ketegangan politik.

Faktor Utama Penyebab Terjadinya Perang Dingin

1. Penyebaran Ideologi. Kedua Negara sebagai pemenang Perang Dunia II memiliki paham/ideologi yang berbeda.  Amerika Serikat memiliki ideologi liberal-kapitalis, sedangkan Uni Soviet memiliki ideologi komunis.

2. Keinginan Berkuasa. Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki keinginan menjadi penguasa di dunia dengan cara-cara yang baru. Amerika Serikat sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkembang berupa pinjaman modal untuk pembangunan. Sedangkan Uni Soviet melakukannya dengan cara lain, seperti membantu perjuangan sebuah Negara dengan bantuan senjata atau tenaga ahli. Hal ini dilakukan untuk mempengaruhi negara-negara tersebut.

3. Berdirinya Pakta Pertahanan. Amerika Serikat mendirikan NATO, sedangkan Uni Soviet mendirikan PAKTA WARSAWA. Berdirinya kedua pakta tersebut menyebabkan muncul rasa saling curiga dan kesalah pahaman antara kedua belah pihak. Uni Soviet dituduh melakukan perluasan hegemoni atas negara-negara demokrasi melalui ideologi komunisme, sedangkan Amerika Seikat dianggap menjalankan politik imperialis untuk mempengaruhi dunia, sementara. Konflik diantara kedua Negara ini tidak terjadi secara langsung, namun dilakukan dengan cara-cara lain seperti penyebaran ideology, koalisi militer, spionase, kampanye propaganda, memberikan bantuan kepada negara klien, perlombaan senjata nuklir, bersaing di ajang olahraga internasional, dan kompetisi dibidang teknologi seperti Perlombaan Angkasa.

 

Loading...

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *