Apa yang dimaksud dengan AIDS

Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS) merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan menurunkan kekebalan tubuh manusia. Penyakit AIDS disebabkan oleh virus Human Immunodeficiensy Virus (HIV). Penyakit AIDS dapat menular melalui melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah,selaput lendir, luka-luka di kulit, dan dari ibu yang menderita penyakit AIDS kepada anak yang sedang dikandungnya.

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Apa saja tanda-tanda dan gejala HIV dan AIDS?

Meskipun Anda tidak menunjukkan gejala apapun, Anda masih dapat menularkan virus ke orang lain. Ini karena HIV dapat memakan waktu hingga 2 sampai 15 tahun dalam memunculkan gejala. Anda mungkin memiliki HIV dan masih terlihat sehat dan berfungsi secara normal. Anda tidak dapat mengetahui secara pasti apakah Anda memiliki HIV sampai Anda diperiksa.

HIV tidak langsung merusak organ Anda, tetapi akan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan terjadi berbagai penyakit lainnya, terutama infeksi, untuk menyerang tubuh Anda. Gejala pertama dari HIV mirip dengan infeksi virus lainnya: Demam, Sakit kepala, Kelelahan, Sakit otot, Kehilangan berat badan, Pembengkakan kelenjar di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha.

HIV dan AIDS di Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, selama tahun 2016 terdapat lebih dari 40 ribu kasus infeksi HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, HIV paling sering terjadi pada heteroseksual, diikuti lelaki seks lelaki (LSL), dan pengguna NAPZA suntik (penasun). Di tahun yang sama, lebih dari 7000 orang menderita AIDS, dengan jumlah kematian lebih dari 800 orang. Data terakhir Kemenkes RI menunjukkan, pada rentang Januari hingga Maret 2017 saja sudah tercatat lebih dari 10.000 laporan infeksi HIV, dan tidak kurang dari 650 kasus AIDS di Indonesia.