Apa perbedaan mitosis pada sel hewan dan tumbuhan

Perbedaan pembelahan mitosis pada sel hewan dan tumbuhan adalah sebagai berikut:

No

Sel Hewan

Sel Tumbuhan

1 Memiliki sentriol. Tidak memiliki sentriol, kecuali sel tumbuhan tingkat rendah.
2 Bidang pembelahan tidak ada. Membentuk bidang pembelahan.
3 Plasma membran menggenting ke dalam diikuti pembagian sitoplasma (sitokinesis). Tidak ada penggentingan plasma membran tetapi membentuk bidang pembelahan
4 Terjadi pada sel tubuh yang bersifat embrionik.

Terjadi pada sel meristem.

 

Mitosis pada sel hewan adalah bagian dari siklus sel dari sel hewan di mana kromosom yang direplikasi dipisahkan menjadi dua, inti anak. Ini berarti pembelahan nuklir terjadi selama mitosis. Sebelum masuk ke divisi mitosis, sel ada di interfase. Mitosis hewan terjadi dalam empat langkah utama: profase, metafase, anafase, dan telofase. Selama profase, kromatin dalam nukleus terkondensasi menjadi kromosom. Karena DNA direplikasi selama interfase, masing-masing kromosom individu terdiri dari dua sister kromatid.

Mitosis pada sel tanaman adalah bagian dari pembelahan sel tanaman di mana kromosom yang direplikasi dipisahkan menjadi dua, inti anak. Ini terjadi dalam empat tahap, sama dengan mitosis hewan. Tahapan-tahapan ini adalah profase, metafase, anafase, dan telofase. Selama profase, kromatin terkondensasi menjadi kromosom individu. Pembentukan gelendong mitosis pada tanaman berbeda dari pembentukan gelendong mitosis hewan. Tumbuhan tidak memiliki pusat organisasi mikrotubulus seperti sentriol atau badan tiang gelendong. Oleh karena itu, mikrotubulus berinti dekat amplop nuklir, membentuk gelendong mitosis. Metafase, anafase, dan telofase terjadi sama seperti pada mitosis hewan.

Perbedaan terletak pada telofase, selama proses mitosis di kedua, hewan dan sel tumbuhan. Sentriol tidak hadir dalam sel tanaman, tetapi hadir dalam sel hewan. Pembentukan aster tidak ada dalam sel tanaman dan hadir dalam sel hewan. plat sel terbentuk selama proses mitosis dalam sel tanaman tapi tidak di sel hewan. Mengerutkan sitoplasma terjadi pada sel hewan selama mitosis tapi tidak dalam sel tanaman.

Proses meiosis terutama dibagi menjadi dua keadaan – meiosis I dan meiosis II. Pada akhir proses ini, empat sel anak yang terbentuk dan masing-masing anak memiliki setengah jumlah kromosom dibandingkan dengan sel induk. Sebelum proses meiosis, sel berjalan melalui proses interfase yang merupakan masa pertumbuhan. Kedua meiosis I dan II memiliki bagian sendiri sesuai empat tahap yaitu – Profase, metafase, anafase, dan telofase. Profase I – sinapsis mengambil tempat dan setelah itu, menyeberang berlangsung. Kromosom yang menebal dan mereka mulai bepergian menjauh dari amplop inti. Dalam Metaphase I, tetrad diselaraskan di pusat sel. Dalam Anafase I, kromosom homolog menjadi dipisahkan. Dalam Telofase I, kromosom terus bermigrasi ke arah kutub dan akhirnya dua sel anak dengan jumlah kromosom haploid terbentuk. Dalam Profase II, inti dan membran inti akan dipisahkan. Dalam Metafase II, kromosom menjadi selaras dan cenderung menyesuaikan diri menuju kutub yang berlawanan. Dalam Anafase II, kromatid pasangan mulai bergerak lebih jauh menuju kutub dan akhirnya di Telofase II, empat sel anak atau gamet terbentuk.

Loading...

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *