Apa penyebab mata astigmatisma dan rabun senja

Berikut akan dijelaskan secara ringkas dan jelas penyebab mata astigmatisma dan rabun senja. Kedua jenis kelainan pada mata ini mengakibatkan penglihatan mata yang buram atau tidak jelas.

Mata astigmatisma disebabkan kecembungan kornea tidak rata sehingga sinar sejajar yang datang tidak dapat difokuskan ke satu titik. Astigmatisma dapat ditolong dengan kacamata silindris.

Rabun senja (hemeralopi) disebabkan kekurangan vitamin A. Penderita rabun senja tidak dapat melihat dengan jelas pada waktu senja hari. Rabun senja (nyctalopia) adalah gangguan penglihatan dimana seseorang tidak mampu melihat dengan baik saat sore menjelang malam hari atau saat penerangan mulai meredup. Rabun senja sering dialami oleh para pengendara kendaraan yang usianya sudah tua, tapi bisa juga terjadi di semua usia.

Meskipun disebut sebagai rabun senja, tidak berarti bahwa seseorang benar–benar tidak bisa melihat saat sore menjelang malam hari. Kebanyakan orang yang mengalami nyctalopia sulit untuk membedakan antara objek satu dengan lainnya saat malam hari. Mereka hanya bisa melihat halo (lingkaran cahaya) di sekeliling lampu atau sumber cahaya lainnya saat malam hari.

Kornea dan lensa dengan lengkungan yang normal membantu cahaya masuk langsung ke retina, bagian di belakang mata Anda. Namun, jika kornea atau lensa tidak melengkung dengan baik, cahaya tidak akan dibiaskan ke retina dengan normal.

Jika Anda memiliki kornea dengan bentuk yang tidak normal, itu artinya Anda mengalami corneal astigmatism. Lalu, jika bentuk lensa Anda yang terdampak, Anda memiliki lenticular astigmatism.

Pada kedua kasus tersebut, penglihatan Anda dalam jarak dekat maupun jauh akan terlihat buram atau kabur. Bahkan, dalam beberapa kasur, objek yang Anda lihat mungkin akan terdistorsi.

Ada tiga jenis utama, yakni:

Miopia simpel. Satu meridian rabun jauh sehingga fokus jatuh di depan retina, sementara meridian tegak lurusnya fokus jatuh tepat di retina. Sedangkan jika kedua meridian rabun jauh, dimana kedua meridian fokusnya jatuh di depan retina dan terjadi pada posisi yang berbeda, maka disebut sebagai silindris miopia kompleks.

Hypermetropia simpel. Satu meridian fokusnya jatuh di retina, sementara meridian yang tegak lurusnya fokus jatuh di belakang retina. Namun, jika kedua meridian fokusnya jatuh di belakang retina dan terjadi pada posisi yang berbeda, maka disebut sebagai silindris hipermetropia kompleks.

Campuran. Satu meridian fokusnya jatuh di depan retina, sementara meridian tegak lurusnya fokus jatuh di belakang retina.