Apa pengertian satu meter dalam fisika

Pengertian satu meter dalam fisika adalah:

  • Satu meter merupakan jarak yang ditempuh cahaya pada selang waktu 1 / 299792458 sekon. Penggunaan kecepatan cahaya ini, karena nilainya dianggap selalu konstan. (Ditetapkan Konferensi Internasional pada tahun 1983)
  • Satu meter didefinisikan sebagai jarak 1650763,72 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom gas krypton-86 dalam ruang hampa pada suatu lucutan listrik. (Ditetapkan pada tahun 1960)

Pada awalnya satu meter didefinisikan sebagai panjang yang sama dengan sepersepuluh juta (1/10 000 000) jarak dari garis khatulistiwa ke kutub utara bumi sepanjang garis bujur yang melewati kota Paris,Perancis.

Kemudian, para ahli fisika membuat batang paduan logam platina dan iridium. Pada batang ini dibuat dua goresan yang jaraknya satu meter. Batang platina iridium ini kemudian ditetapkan sebagai satu meter standar. Meter standar ini disimpan di International Bureau of Weights and Measures (Lembaga Internasional tentang Berat dan Pengukuran) yang berlokasi di Sevres, dekat kota Paris. Batang ini disimpan dalam ruang yang bersuhu 0 derajat celcius dan dilakukan kontrol yang ketat terhadap perubahan lingkungan.

Setelah laju cahaya dalam ruang hampa dapat diukur dengan sangat teliti, maka satuan panjang standar dinyatakan dalam laju cahaya. Laju cahaya dalam ruang hampa adalah 299 792 458 m/s. Pada Konferensi Umum tentang Berat dan Pengukuran ke-17 tahun 1983 ditetapkan:
Satu meter sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa udara selama 1/299 792 458 sekon.

Sejarah

Batangan standar Purwarupa Meter Internasional terbuat dari platinum-iridium. Batangan ini digunakan sebagai standar sampai tahun 1960, di mana sistem SI yang baru menggunakan pengukuran spektrum krypton sebagai dasarnya. Pada tahun 1983, satuan meter yang berlaku didefinisikan dengan hubungannya terhadap kecepatan cahaya di ruang hampa.

Meter pada awalnya ditetapkan oleh Akademi Sains Prancis (Académie des sciences) sebagai 1/10.000.000 jarak sepanjang permukaan Bumi dari Kutub Utara hingga Khatulistiwa melalui meridian Paris pada tahun 1791, dan pada 7 April 1795 Prancis menggunakan meter sebagai jarak resmi untuk panjang. Ketidakpastian dalam pengukuran jarak tersebut menyebabkan Biro Berat dan Ukuran Internasional (BIPM – Bureau International des Poids et Mesures) menetapkan 1 meter sebagai jarak antara dua garisan pada batang platinum-iridium yang disimpan di Sevres, Prancis pada tahun 1889. Pada tahun 1960, ketika laser diperkenalkan, Konferensi Umum tentang Berat dan Ukuran (Conférence Générale des Poids et Mesures/CGPM) ke-11 mengganti definisi meter sebagai 1.650.763,73 kali panjang gelombang spektrum cahaya oranye-merah atom krypton-86 dalam sebuah ruang vakum. Pada tahun 1983, BIPM menetapkan meter sebagai jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299.792.458 detik (kecepatan cahaya ditetapkan sebesar 299.792.458 meter per detik). Oleh karena kecepatan cahaya dalam vakum adalah sama di manapun saja, definisi ini lebih universal dibandingkan dengan jarak ukurlilit bumi atau panjang batang logam tertentu. Oleh karena itu, jika batang logam itu hilang atau musnah, panjang meter standar masih dapat diulangi dalam laboratorium manapun. Selain itu ia secara teori dapat diukur dengan lebih tepat dibandingkan dengan ukuran yang lain.