Apa pengertian dari penetrasi paksa (penetration violence) budaya

Penetrasi paksa (penetration violence) adalah proses masuknya sebuah kebudayaan yang dilakukan secara paksa dan bersifat merusak karena disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan guncangan-guncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat, misalnya masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan. Jenis penetrasi budaya ini merupakan kebalikan dari penetrasi damai (penetration pasifique) yang mana masuknya sebuah kebudayaan yang dilakukan dengan jalan damai.

Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan “budaya” yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang “budaya” ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Mereka menganggap ‘kebudayaan’ sebagai “peradaban” sebagai lawan kata dari “alam“. Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.

Kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta budhayah,yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal.Dengan demikian,kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Kata kebudayaan dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan istilah culture dan dalam bahasa Belanda disebut cultuur. Kedua bahasa ini berasal dari bahasa latin  yang colere berarti mengolah,mengerjakan ,menyuburkan dan mengembangkan tanah(bertani) .dengan demikian culture atau cultuur berarti sebagai segala hal daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam

Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang “elit” seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas. Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang “berkelas”, elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah “berkebudayaan”.

Berdasarkan wujudnya, kebudayaan dapat kita golongkan atas kebudayaan yang bersifat abstrak dan kebudayaan yang bersifat konkret. 1). Kebudayaan yang bersifat abstrak ini letaknya ada didalam pikiran manusia sehingga tidak dapat diraba atau difoto. Contohnya adalah ide,gagasa,nilai-nilai,norma ,peraturan,dan cita-cita. 2). Kebudayaan yang bersifat konkret, wujudnya berpola dari tindakan atau perbuatan dan aktifitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba,dilahat,diamati,disimpan atau difoto. Contohnya adalah adalah perilaku,bahasa dan materi.

Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya. Kebudayaan berfungsi sebagai:

  1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
  2. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
  3. Pembimbing kehidupan manusia
  4. Pembeda antar manusia dan binatang
Loading...

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *