Pengertian Sifat Koligatif Larutan

Dalam larutan terdiri atas dua komponen yakni zat terlarut dan zat pelarut. Sifat larutan ini bisa ditentukan oleh jumlah zat terlarutnya yang dikenal dengan sifat koligatif larutan.

Sifat koligatif larutan adalah sifat suatu larutan yang tidak bergantung pada jenis zat yang dilarutkannya, namun hanya bergantung pada jumlah partikel dari zat terlarutnya. Pada beberapa larutan yang berbeda jenis zat terlarutnya tetapi memiliki jumlah partikel zat terlarut yang sama, maka akan mempunyai sifat koligatif yang sama pula.

Hal tersebut dapat diperjelas dengan data eksperimen berikut. Menurut hasil percobaan diperoleh data, pada penambahan 0,1 mol glukosa, dalam 1kilogram air akan mengakibatkan penurunan titik beku larutan mencapai –0,186 oC. Kemudian jika glukosanya ditambah menjadi 0,2 mol glukosa dalam 1 kilogram air (0,2 molal ) akan mengakibatkan penurunan titik beku menjadi 2 kalinya, yaitu – 0,376 oC. Sifat koligatif antara larutan dengan air murni dapat dipahami lebih jelas melalui grafik PT H2O.

Sifat koligatif larutan

Sifat koligatif larutan

Grafik dengan garis utuh menunjukan fase pada air murni dengan perubahan P dan T, sedangkan garis terputus menunjukkan perubahan fase pada larutan dalam air. Berdasarkan perubahan P dan T,  sumbu tegak menunjukkan tekanan uap pada sistem, sedangkan sumbu mendatar menunjukkan suhu. Keseimbangan fase pada H2O terletak pada T, sehingga T disebut titik tripel yang menyatakan keseimbangan pada fase padat, fase cair, dan fase gas. Garis UTS menunjukkan keseimbangan antara fase cair dan gas. Garis UTR menunjukkan keseimbangan fase cair dan padat. P ‘ adalah tekanan uap H20 murni, Tbo adalah titik didih pelarut murni (H2O), dan Tfo adalah titik beku air murni. Penambahan zat terlarut menyebabkan penurunan titik beku dari Tfo ke Tf kenaikan titik didih dari Tbo ke Tb, dan penurunan tekanan uap dari P’ ke P (∆P) . Berdasarkan penjelasan grafik, pada larutan yang menggunakan pelarut air diperoleh:

  • Tekanan uap larutan lebih rendah dari pada pelarut murni.
  • Titik beku larutan lebih rendah dari pada pelarut mumi.
  • Titik didih larutan lebih tinggi dari pada pelarut murni

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *