Sebutkan kebijakan ekonomi pemerintah pada tahun 1946 – 1950

Kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah pada tahun 1946 – 1950 adalah sebagai berikut.

a. Mengadakan hubungan dagang langsung dengan luar negeri.
b. Mengadakan Konferensi Ekonomi I (Februari 1946).
c. Mengadakan Konferensi Ekonomi II (6 Mei 1946).
d. Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) tanggal 19 Januari 1947.
e. Rencana Kasimo (Kasimo Plan).
f.  Pinjaman nasional.
g. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) tahun 1948.

Berikut faktor penyebab kacaunya perekonomian indonesia pada tahun 1945–1950 antara lain: Inflasi yang sangat tinggi, Adanya blokade ekonomi dari Belanda, dan Kekosongan kas negara.

Inflasi terjadi karena di satu sisi tidak terkendalinya peredaran uang yang dikeluarkan pemerintah Jepang di sisi lain ketersediaan barang menipis bahkan langka di beberapa daerah. Kelangkaan ini terjadi akibat adanya blokade ekonomi oleh Belanda. Uang Jepang yang beredarsangat tinggi sedangkan kemampuan ekonomi untuk menyerap uang tersebut masih sanat rendah.

Keadaan ekonomi Indonesia pada akhir kekuasaan Jepang dan pada awal berdirinya Republik Indonesia sangat kacau dan sulit. Latar belakang keadaan yang kacau tersebut disebabkan karena : Indonesia yang baru saja merdeka belum memiliki pemerintahan yang baik, dimana belum ada pejabat khusus yang bertugas untuk menangani perekonomian Indonesia. Kondisi keamanan dalam negeri sendiri tidak stabil akibat sering terjadinya pergantian kabinet, dimana hal tersebut mendukung ketidakstabilan ekonomi.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *