Penerapan Reaksi Redoks pada Pengolahan Air limbah

Pengolahan air limbah dapat dilakukan dengan menerapkan konsep elektrolit dan reaksi redoks.

Penerapan konsep elektrolit

Limbah yang mengandung ion-ion logam berat ( Hg2+, Pb2+, Cd2+, dan Ca2+ ) di reaksikan dengan larutan elektrolit yang mengandung anion (SO42-) yang dapat mengendapkan ion logam sehingga air limbah bebas dari logam berat.

Reaksi pengendapan ion logam dalam larutan elektrolit:

Pb2+ (aq) + SO42- (aq) → PbSO4(s)

Penerapan konsep redoks

Pengolahan air limbah dengan proses lumpur aktif yang merupakan sesuatu proses oksidasi yang menggunakanbantuan oksigen dan berlangsung dalam bak limbah yang berisi partikel-partikel lumpur.

Reaksi Redoks pada Pengolahan Air limbah

Reaksi Redoks pada Pengolahan Air limbah

Pencemaran senyawa organik dapat berupa karbohidrat,protein,dan minyak.proses oksidasi terjadi biodegradasi senyawa organik dengan penambahan gas oksigen. Pada tangkai aerasi lumpur aktif sebagai mikroorganisme akan memakan limbah sehingga terjadi peningkatan jumlah lumpur aktif dan proses oksidasi yang menghasilkan CO2, H2O, NO3, SO42- dan PO43-. Proses lumpur aktif berlangsung di dalamkolam/tangki areasi. Di dalam kolam ini juga berlangsung proses oksidasi limbah organik. Hasil oksidasi senyawa-senyawa organik ini adalah senyawa CO2, H2O, sulfat, fosfat, dan nitrat. Oksigen yang di gunakan selama proses oksidasi diperoleh dari proses fotosintesis alga yang hidup di tangkai aerasi.

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *