Perbedaan Oksidator dan Reduktor Beserta Contohnya

Dalam reaksi redoks terdapat zat yang mengalami oksidasi dan reduksi. Tetapi ada pula zat yang mengalami reduksi dan oksidasi secara sekaligus. Oksidator dan Reduktor penting dalam aplikasi industri. Mereka digunakan dalam berbagai proses kimia seperti pemurnian air, pemutihan kain dan menyimpan energi, seperti dalam baterai.

 

Baterai merupakan contoh zat dari oksidator dan reduktor

Baterai merupakan contoh zat dari oksidator dan reduktor

Oksidator dan Reduktor pun penting terutama  dalam proses biologis seperti metabolisme dan fotosintesis. Sebagai contoh, organisme menggunakan akseptor elektron seperti NAD + untuk memanen energi dari reaksi redoks seperti dalam hidrolisis glukosa:

C6H12O6 + 2ADP + 2P + 2NAD + → 2CH3COCO2H + 2ATP + 2NADH

Semua reaksi pembakaran juga contoh reaksi redoks. Reaksi pembakaran terjadi ketika zat bereaksi dengan oksigen untuk menciptakan panas. Salah satu contoh adalah pembakaran oktan, komponen prinsip bensin:

2C8H18 (l) + 25O2 (g) → 16CO2 (g) + 18H2O (g)

Reaksi pembakaran merupakan sumber utama energi bagi industri modern.

Perbedaan Oksidator dan Reduktor :

  • Oksidator atau zat pengoksidasi  merupakan zat yang mengalami reduksi. Zat ini menyebabkan zat lain mengalami oksidasi. Contoh zat pengoksidasi termasuk halogen, natrium nitrat, dan asam nitrat.
  • Reduktor atau zat pereduksi merupakan zat yang mengalami oksidasi. Zat ini menyebabkan zat lain mengalami reduksi. Contoh-contoh zat pereduksi termasuk alkali  tanah, asam format, dan senyawa sulfit.

 

Contoh menentukan Oksidator dan reduktor:
Tentukan Oksidator dan Reduktor dalam reaksi redoks berikut:
Cl2 (aq) + 2Br- (aq) → 2Cl- (aq) + Br2 (aq)

Setengah reaksi oksidasi:
2Br (aq) → Br2 (aq)
Perubahan biloks Br dari -1 menjadi 0

Setengah reaksi reduksi:
Cl2 (aq) → 2Cl (aq)
Perubahan biloks Cl dari 0 menjadi -1

Br kehilangan atau melepaskan satu elektron; hal ini berarti teroksidasi dari Br ke Br2, sehingga Br adalah reduktor.
Cl2 menerima satu elektron; hal itu berarti tereduksi dari Cl2 menjadi 2 Cl, sehingga Cl2 adalah zat pengoksidasi (oksidator)

 

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *