Perbedaan Koloid Liofil dan Liofob Beserta Contohnya

Artikel ini memberikan Perbedaan komprehensif antara koliod liofil dan koloid liofob  dengan cara singkat. Contoh koloid liofil adalah zat organik seperti gelatin, gum, pati dan protein. Contoh kolid liofob dari bahan anorganik seperti Arsen (As2S3), Besi (Fe (OH) 3) dan Platinum.

Bentuk gel agar-agar merupakan contoh koloid liofil

Bentuk gel agar-agar merupakan contoh koloid liofil

Perbedaan Koloid Liofil dan Liofob

 

  • Koloid Liofil adalah koloid yang menerima pelarut misalnya air (Lyo berarti berarti pelarut dan philic berarti mencintai).
  • Koloid Liofob adalah koloid yang membenci atau menolak pelarut misalnya air (Lyo berarti pelarut dan fobia berarti yang membenci atau menolak pelarut).
  • Koloid liofil relatif stabil sebagai kekuatan yang kuat interaksinya di antara partikel koloid dan cair.
  • Koloid liofob  kurang stabil sebagai kekuatan lemah interaksinya di antara partikel koloid dan cair.
  • Muatan pada  koloid liofil tergantung pada pH larutan dan bisa negatif, positif atau netral.
  • Muatan koloid liofob  bisa positif atau negatif. As2S3  negatif di alam sementara Fe (OH) 3  positif di alam.
  • Koloid liofil sangat kental di alam dan memiliki viskositas lebih tinggi dari media.
  • Koloid liofob memiliki viskositas yang hampir sama dengan media.
  • Koloid liofil bersifat reversible, karena pada penguapan cairan, residu yang tersisa akan masuk ke dalam keadaan koloid pada penambahan misalnya air.
  • Koloid liofob bersifat ireversibel, karena pada penguapan cairan, residu yang tersisa tidak dapat dikonversi menjadi larutan pada penambahan cairan.
  • Koloid liofil tergantung pada sifat dari muatan partikel-partikel ini dapat bermigrasi ke katoda atau anoda atau mungkin tidak bergerak sama sekali.
  • Koloid liofob tergantung pada sifat dari muatan partikel-partikel ini bermigrasi ke katoda atau anoda baik.
  • Tegangan permukaan  koloid liofil adalah kurang dari media dispersinya
  • Tegangan permukaan koloid liofob hampir sama dengan media dispersi.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *