Perbedaan antara Karet Vulkanisasi dan Karet Alam

Perbedaan antara karet vulkanisasi dan karet alam. Karet vulkanisasi merupakan bentuk peningkatan karet alam. Karet baru atau karet vulkanisasi yang diperoleh memiliki sifat yang berlawanan dengan karet alam.

Sifat karet divulkanisasi ini adalah

a. Karet vulkanisasi memiliki elastisitas yang sangat baik.

b. Kecenderungan penyerapan air rendah

c. Tahan terhadap pelarut organik

d. Tahan terhadap serangan zat pengoksidasi.

Dalam karet vulkanisasi, jembatan sulfur diperkenalkan baik di lokasi alilik reaktif atau di lokasi ikatan rangkap. Keberadaan ikatan ganda dalam molekul karet membuat itu sangat reaktif karena menyediakan hidrogen alilik yang memungkinkan pembentukan antar ikatan antara rantai yang berbeda. Keberadaan lintas rantai meningkatkan ketangguhan, kekuatan dan kekerasan karet. Karena keberadaan jembatan sulfur, rantai tunggal tidak bisa lagi menyelinap lebih satu sama lain tapi terkunci bersama dalam molekul ukuran raksasa.

Jumlah Sulphur digunakan untuk proses vulkanisasi menentukan tingkat kekerasan atau ketangguhan karet. 5% Sulfur digunakan untuk membuat karet ban, 20 – 25% Sulfur digunakan untuk membuat Ebonit. 30% dari Sulfur adalah untuk membuat baterai Kasus Karet.

Proses Vulkanisasi ditemukan oleh Charles tahun yang baik pada tahun 1839.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *