Perbedaan antara Hibridisasi dan Kloning

Pada artikel Perbedaan antara Hibridisasi dan Kloning ini, akan diberikan terlebih dahulu ringkasannya. Sedangkan uraiannya berada di bawahnya, Hal ini dilakukan untuk mempermudah siswa dalam memperoleh data tentang Perbedaan antara Hibridisasi dan Kloning.

Perbedaan antara Hibridisasi dan Kloning adalah:

  • Hibridisasi adalah metode reproduksi generatif sedangkan kloning adalah metode reproduksi vegetatif.
  • Organisme Hibrid mengandung DNA dari jantan dan betina, tetapi organisme kloning mengandung DNA dari hanya satu jenis induknya.
  • Hibridisasi menimbulkan organisme genetik yang berbeda dari induknya yang dikenal sebagai hybridwhile, Sedangkan kloning menimbulkan salinan identik dari organisme induk yang dikenal sebagai klon.
  • Hibridisasi memiliki karakter unggul atas induknya (meningkatkan kekuatan hibrida), namun kloning adalah 100% identik dengan induk mereka.
  • Hibridisasi hanya memberikan satu keturunan hibrida, sedangkan melalui kloning organisme identik tak terbatas dapat diproduksi.
  • Teknik Hibridisasi yang hemat biaya dibandingkan dengan kloning.

 

Hibridisasi dan kloning merupakan dua teknik dalam biologi yang dilaksanakan untuk memperoleh dan mempertahankan generasi organisme yang unggul  atau molekul seperti DNA. Meskipun dua istilah yang merujuk terutama untuk persilangan dan kloning, ada beberapa contoh hibridisasi alami dan kloning. Saat ini, ada banyak jumlah hibrida komersial dan klon tanaman dan hewan meskipun klon hewan dilarang di beberapa negara.

Mule adalah hibrida dari keledai jantan dan kuda betina

Mule adalah hibrida dari keledai jantan dan kuda betina

Apa itu Hibridisasi?

Hibridisasi adalah metode reproduksi generatif  hibrida, suatu organisme dengan karakteristik yang diperoleh dari kedua induk jantan dan betina. Ada subkategori hibridisasi yaitu hibridisasi antarspesies di mana dua spesies dari genus yang sama dikawinkan untuk menghasilkan hibrida yang lebih baik (contoh: hibrida bovid), dan dua dari spesies yang dikawinkan untuk mendapatkan hibrida (contoh dua varietas Oryza Sativa disilangkan untuk mendapatkan hibrida). Hibridisasi alami juga ditemukan. Sebagai contoh, Mule adalah hibrida dari keledai jantan dan kuda betina.

Apa itu Kloning?

Kloning adalah proses reproduksi untuk mendapatkan salinan dari induknya. Tidak seperti hibridisasi, kloning tidak memerlukan dua induknya. Dalam lingkungan alam, kloning diproduksi oleh reproduksi vegetatif (contoh bakteri). Ada tiga jenis metode kloning buatan: kloning gen, kloning reproduksi, dan kloning terapeutik. Gen kloning adalah produksi salinan persis sama dari gen yang dipilih. Dalam proses ini, gen yang diinginkan diekstrak dari genom dan kemudian dimasukkan ke dalam pembawa / vektor (contoh plasmid bakteri) dan dibiarkan berkembang biak (contoh insulin manusia). Reproduksi kloning menghasilkan salinan identik hewan melalui proses yang disebut transplantasi inti (contoh domba Dolly) atau tanaman melalui metode kultur sel tunggal. Dalam kloning terapi, sel-sel induk embrio yang dihasilkan untuk membuat jaringan yang berbeda pada organisme. Sehingga jaringan yang sakit atau rusak dapat diganti dari jaringan buatan kloning. Selain metode di atas, kembar identik manusia dan mamalia lainnya juga disebut klon sealami mereka dihasilkan dari pemecahan sel telur dibuahi menjadi dua.

 

 

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *