Pengertian Haloalkana beserta Contohnya

Halogen alkana juga dikenal sebagai haloalkana atau alkil halida, adalah kelompok senyawa kimia yang terdiri dari alkana dengan satu atau lebih hidrogen diganti dengan atom halogen (fluorin, klorin, bromin, atau iodin). Artikel ini menjelaskan yang sebenarnya dan membahas sifat fisik mereka. Ini juga membutuhkan pandangan awal pada reaktivitas kimianya.

Senyawa haloalkana

Senyawa haloalkana

Pembuatan haloalkana dapat menggunakan dua jenis reaksi, yaitu:

1. Reaksi Substitusi

Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian satu atom atau gugus atom dalam suatu molekul oleh sebuah atom lain. Misalnya pada temperatur tinggi atau dengan adanya cahaya ultraviolet, satu atom hidrogen atau lebih dalam suatu molekul alkana dapat digantikan oleh atom klor dan brom.

Contoh: CH3 – CH3 + Cl2 →CH3 – CH2–Cl

Etil klorida cair dengan titik didih 12 °C seringkali digunakan sebagai zat pemati rasa lokal, cairan ini menyerap kalor untuk penguapannya dan menguap sedemikian cepat sehingga membekukan jaringan dan karena menyebabkan hilangnya sebagian perasaan (sakit). Seringkali disemprotkan pada permukaan tubuh seorang pemain baseball yang kena bola karena kesalahan lempar.

2. Reaksi Adisi (reaksi penjenuhan)

Reaksi adisi adalah reaksi pengubahan ikatan rangkap suatu molekul (alkena atau alkuna) menjadi ikatan tunggal.

Contoh: CH2 = CH2 + Cl2 → CH2Cl–CH2Cl

CH2 = CH – CH3 + HBr → CH3 – CHB r – CH3

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *