Pengertian Efek Tyndall dan Gerak Brown

Efek tyndal adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Peristiwa ini di temukan oleh John Tyndall. Partikel dalam sistem koloid berupa molekul atau ion yang berukuran cukup besar dapat menghamburkan cahaya ke segala arah, meskipun partikel koloidnya tidak tampak. Sebaliknya, jika ukuran partikel terlalu kecil maka tidak mampu memantulkan cahaya. Contoh efek tyndall adalah sorot lampu mobil pada malam hari saat ada debu, asap atau kabut, sinar matahari yang melalui celah daun, terjadinya warna biru pada siang hari, dan warna merah/jingga di langit saat matahari terbenam.

Efek tyndall

Efek tyndall

 

Partikel-partikel koloid selalu bergerak terus-menerus dan secara acak. Gerakan ini dinamakan dengan gerak brown, yang di temukan Robert Brown. Gerak acak/Brown ini terjadi karena benturan partikel pendispersi dari segala arah. Gerakan ini akan terjadi ukuran partikel koloid semakin kecil. Adanya gerak Brown dalam sistem koloid menyebabkan partikel-partikel koloid tersebar merata dalam medium pendispersinya dan tidak memiah meskipun didiamkan.

Gerak brown

Gerak brown

Geraka Brown di pengaruhi oleh ukuran partikel dan suhu sebagai berikut.

  1. Gerak Brown semakin cepat, bila semakin kecil ukuran partikel-partikel koloidnya.
  2. Gerak Brown semakin cepat, bila semakin tinggi suhu koloid.
  3. Gerak Brown semakin lambat, bila semakin besar ukuran partikel koloid.
  4. Gerak Brown semakin lambat, bila semakin rendah suhu koloid.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *