Contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan

Sifat koligatif larutan memiliki banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan, dan industri. Contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan manusia adalah:

A. Pembuatan Es Krim

Prinsip penurunan titik beku larutan dapat diaplikasikan dalam pembuatan es krim skala kecil. Pada peralatan untuk membuat es krim campuran bahan es krim berupa susu, telur, dan gula ditempatkan pada bagian dalam. Campuran es krim tersebut diaduk secara merata dan di bagian luar campuran es krim ditempatkan campuran pendingin berupa bongkahan es dan garam yang dapat menurunkan suhu larutan hingga -15°C.

B. Mencairkan Tumpukan Salju

Garam-garam klorida banyak digunakan di negara yang bermusim dingin untuk mencairkan tumpukan salju di jalanan. Salju yang dicampur dengan garam, misalnya NaCl atau CaCl2 akan membentuk larutan (garam dan salju). Penambahan zat terlarut, yaitu garam akan menurunkan titik beku larutan, sehingga titik beku larutan yang terdiri dari salju dan garam lebih rendah dari pada titik beku salju. Pada suhu saat salju membeku, larutan campuran salju dan garam tidak akan membeku karena memiliki titik beku yang lebih rendah dari pada titik beku salju sebagai pelarut. Prinsip tersebut diaplikasikan di luar negeri untuk membersihkan jalanan dari tumpukan salju.

C. Proses Pemberian Infus kepada Pasien

Proses pemberian infus pada pasien

Proses pemberian infus pada pasien

Dalam dunia kedokteran, tekanan osmotik perlu diperhatikan dalam proses pemberian infus kepada pasien. Tekanan osmotik dalam darah berkisar 7,7 atm pada suhu darah 38°C. Apabila seseorang memerlukan injeksi cairan nutrisi/infus, maka tekanan osmotik cairan infus tersebut harus disesuaikan dengan tekanan osmotik darah. Kedua larutan yang memiliki tekanan osmotik sama disebut isotonik. Apa yang akan terjadi apabila larutan yang berada di sekitar sel darah merah memiliki tekanan osmotik yang lebih tinggi? Air yang terdapat dalam sel darah merah akan keluar, sehingga sel akan mengerut. Larutan yang memiliki tekanan osmotik yang lebih tinggi disebut hipertonik. Bagaimana bila larutan yang berada di sekitar sel darah merah memiliki tekanan osmotik yang lebih rendah? Sel darah merah akan menyerap air, sehingga dinding sel akan mengembang dan pecah. Larutan yang memiliki tekanan osmotik lebih rendah disebut hipotonik. Diare dapat disebabkan penderita tidak tahan terhadap laktosa yang terdapat dalam susu. Laktosa adalah golongan zat gula disakarida (terdiri atas dua molekul gula sederhana atau monosakarida). Keadaan ini disebabkan oleh tidak adanya atau kurangnya enzim laktase dalam sistem pencernaan. Bila enzim laktase dalam usus terlalu sedikit atau malah tidak ada, hanya sebagian dari gula susu saja yang bisa diuraikan dan diserap oleh dinding usus. Sementara sebagian gula susu lainnya akan menuju usus besar tanpa terurai. Di sana, gula susu tersebut diubah oleh bakteri usus dalam proses fermentasi tanpa udara (anaerob) menjadi asam-asam organik dan terbentuklah gas-gas karbon dioksida, metana, dan hidrogen. Proses ini menyebabkan naiknya tekanan osmotik, sehingga zat-zat pelarut di luar usus akan masuk ke dalam lumen usus melalui mukosa usus sebagai membran semi permeabel dan terjadi penimbunan cairan pada usus. Hal ini mengakibatkan menderita sakit perut dan mengalami diare.

Penderita diare harus mengonsumsi larutan elektrolit yang banyak dan sesuai dengan kebutuhan, misalnya oralit, larutan garam, gula, atau air kelapa. Selain larutan elektrolit, pada penderita diare akut dianjurkan makan telur asin/ikan asin sebagai pengganti elektrolit yang hilang saat diare. Proses membuang garam yang terlarut dalam air, misalnya air laut disebut dengan desalinasi air laut. Dasar desalinasi air laut adalah memproses partikel zat pelarut agar bergerak dari konsentrasi tinggi (air laut) menuju ke pelarut mumi melewati membran semi permeabel. Bagaimana caranya? Memperbesar tekanan osmotik suatu larutan menyebabkan kecepatan partikel zat pelarut bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah lebih besar dari pada arah sebaliknya, peristiwa ini disebut osmosis terbalik (reverse osmosis].

Osmosis terbalik dapat diterapkan dalam proses desalinasi air laut. Dengan memberikan tekanan yang osmosis air laut (30 atm), maka partiket zat pelarut akan bergerak dari air taut ke pelarut murni. Garam sebagai zat terlarut akan tetap berada pada bak yang berisi air laut. Hasil dari desalinasi air Jaut adalah air tawar yang dapat digunakan untuk keperluan industri, rumah tangga, dan pertanian. Membran semi permeabel yang digunakan dalam proses desalinasi umumnya dari selulosa, asetat aromatik dengan serat yang berongga
.

Artikel menarik lainnya:

2 responses on Contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *