Siapakah penemu proton, elektron dan netron

Penemu proton, elektron dan netron adalah sebagai berikut:

a. Elektron oleh Thomson

b. Proton oleh Goldstein

c. Netron oleh James Chadwick

Democritus mengatakan bahwa semua materi tersusun atas partikel sangat kecil yang disebut atom. Sedangkan Aristoteles  dan Plato berpendapat bahwa materi tersusun dari api, tanah, air, dan udara. Pada tahun 1803 John Dalton (1766–1844) menggunakan metode eksperimen untuk mengubah gagasan Democritus menjadi suatu teori ilmiah. Menurut Dalton senyawa yang dapat diuraikan menjadi dua atau lebih zat-zat baru harus mengandung dua atau lebih atom yang berbeda jenis. Pada tahun 1899, Marie Curie (1867–1934) berpendapat bahwa atom dari zat-zat tertentu mengalami pembelahan jika atom-atom ini memancarkan radiasi. Fenomena ini dia namakan radioaktivitas dan zat-zat yang memancarkan radiasi disebut sebagai zat radioaktif. Pendapat Marie Curie bahwa atom mengalami peluruhan bertentangan dengan gagasan Dalton bahwa atom tak dapat dibelah. Jika atom dapat dibelah, harus ada sesuatu yang lebih kecil daripada atom. Jadi, atom mengandung partikel-partikel subatom.

Penemuan Elektron

Dalam percobaannya, Thomson memberikan medan listrik dan medan magnet secara bersamaan terhadap berkas sinar katode. Karena sinar katode bermuatan negatif, Thomson berpendapat bahwa partikel-partikel ini sama seperti elektron yang terkait dengan percobaan-percobaan Faraday. Menurut Thomson, atom adalah partikel berbentuk bulat bermuatan positif yang di permukaannya tersebar elektron-elektron bermuatan negatif.

Penemuan Proton dan Netron

Fakta pertama mengenai partikel dasar bermuatan positif berasal dari kajian tentang sinar terusan yang diamati dalam tabung sinar katode berlubang oleh Eugen Goldstein (1850–1930). James Cadwick (1891–1974) berhasil membuat alat percobaan yang dapat digunakan untuk mendeteksi partikel-partikel tak bermuatan ini. Partikel tak bermuatan yang berhasil dideteksi disebut neutron.

Tabung sinar katode

Tabung sinar katode

Sekitar tahun 1910, Ernest Rutherford (1871–1937) menguji model atom Thomson lebih lanjut. Rekan Rutherford, Hans Geiger (1882–1945) dan seorang mahasiswanya Ernest Marsden, membuat alat dan mengamati apa yang terjadi jika partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas . Rutherford berkesimpulan bahwa sebagian besar massa atom terpusat dalam ruang dengan volume yang sangat kecil. Rutherford menyebut ruang ini sebagai inti atom. Elektron-elektron menempati ruang di luar inti atom. Atom mengandung proton dan netron yang berada di dalam inti atom dan elektron yang berputar mengelilingi inti atom.

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *