Mengapa Mendel memilih kacang ercis sebagai objek kajiannya

Mendel memilih kacang ercis sebagai objek kajiannya karena tanaman ini memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

1. Memiliki pasangan-pasangan sifat kontras.

2. Melakukan autogami atau penyerbukan sendiri.

3. Mudah disilangkan.

4. Mampu menghasilkan banyak keturunan.

5. Cepat menghasilkan atau daur hidupnya pendek.

Siapa itu Mendel? Tokoh peletak prinsip dasar genetika adalah Gregor Johan Mendell seorang biarawan dan penyelidik tanaman berkebangsaan Austria. Pada tahun 1866 Mendell melaporkan hasil penyelidikannya selama bertahun-tahun atas kacang ercis/kapri (Pisum sativum)

Hukum mendel merupakan hukum hereditas yang menjelaskan tetantang prinsip-prinsip penurunan sifat pada organisme. Sebelum menjadi suatu hukum, banyak ahli biologi yang  belum mengakui pendapat atau teori mendel tentang hereditas. Pada tahun 1865, mendel menulis sebuah makalah berjudul “ experiment in Plant Hybridization”. Makalah tersebut berisi hasil percobaan persilangan-perdilangan tanaman serta hipotetsisi mendel tentang pewarisan material genetic dari induk (tertua) kepada anaknya

Manfaat Hukum Mendel. Hingga saat ini kerja keras Mendel masih bisa dirasakan manfaaatnya. Pada bidang pertanian misalnya, digunakan untuk memperbaiki metode untuk mendapatkan bibit unggul dengan menghilangkan sifat yang tidak diinginkan. Contoh bibit unggul hasil persilangan dalam bidang pertanian misalnya : padi IR, padi Cisadane, dan kedelai mulia. Pada peternakan : ayam Leghorn, sapi Guernsey, dan sapi limosin. Hukum Pewarisan Sifat Mendel juga berlaku pada manusia. Kita dapat mengetahui bagaimana mekanisme pewarisan golongan darah atau penyakit menurun

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *