Mengapa Awan Tidak Jatuh ke Bumi

Mengapa awan tidak jatuh ke bumi? Karena tekanan udara panas dari bumi dalam bentuk aliran udara ke atas mampu menopang berat atau menahan gravitasi sehingga awan tidak jatuh  ke bumi.

Awan terdiri dari kumpulan partikel atau butiran-butiran es dalam jumlah banyak. Butiran-butiran es yang membentuk awan ukurannya sangat kecil, tidak saling menempel satu dengan lainnya, dan ringan.

Proses terbentuknya awan sendiri diawali dengan turunnya hujan, kemudian cahaya Matahari yang sampai di ke permukaan bumi akan diserap oleh tanah, diserap oleh tumbuhan sebagai bahan pembentuk makanannya, menghangatkan sungai, danau, laut, parit dll, sehingga menyebabkan air menguap. Uap air naik ke udara atau atmosfer yang semakin lama dan semakin tinggi dikarenakan udara di dekat permukaan bumi lebih besar dibandingkan di atmosfer dibagian atas, ini hampir mirip dengan proses perpindahan dikarenakan perbedaan tekanan. Semakin ke atas, suhu atmosfer juga semakin dingin, maka uap air mengembun pada debu-debu atmosfer, membentuk titik air yang sangat halus berukuran 2 – 100 mm (1 mm = 1 / 1.000.000 meter).

Salah satu contoh awan adalah awan cirrus. Cirrus (Ci), awan terlihat halus dan lembut seperti bulu2, berwarna putih. Ketinggian umumnya lebih dari 5.000 meter. Terdiri dari kristal es, suhu sangat dingin, walaupun pada musim panas atau kering. di definisikan sbg awan yang tampak tersusun dari serat lembut dan halus berwarna putih mengkilap bagaikan sutera, tanpa bayangan sendiri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *