Macam-macam Daur Biogeokimia

Daur  biogeokimia atau daur organik-anorganik adalah daur unsur senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke kompenen abiotik. Daur biogeokimia sangat diperlukan untuk kelestarian mahluk hidup. Daur biogeokimia dalam ekosistem meliputi unsur-unsur berikut.

Daur karbon

Daur karbon

Daur Karbon

Daur karbon merupakan unsur penyusun senyawa organik dan merupakan salah satu unsur penting penyusun organisme. Kadar karbon yang terdapat di atmosfer adalah 0,03% dalam bentuk senyawa (karbon dioksida). Di dalam lautan, karbon ada dalam bentuk senyawa karbonat, bikarbonat, dan dalam bentuk senyawa organik terlarut lainnya. Senyawa karbon di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang akan digunakan manusia dan hewan untuk respirasi. Melalui proses respirasi, karbon kembali dilepaskan ke atmosfer. Karbon yang ada di dalam tubuh organisme tidak seluruhnya dikeluarkan melalui prpses respirasi. Bersamaan dengan matinya organisme tersebut, sebagian karbon yang ada dalam tumbuhan , hewan dan manusia ikut terkubur di dalam tanah. Dalam waktu jutaan tahun, karbon akan terkumpul dan membentuk bahan bakar fosil, seperti batu bara , minyak bumi dan gas alam yang kemudia dugunakan sebagai bahan bakar mesin industri kendaraan bermotor , dan sebagainya karbon seperti CO dan  yang menuju atmosfer sehingga akan bertambah kadar CO.

Daur Nitrogen

Udara dalam atmosfer bumi ini terdiri dari 80% berupa nitrogen. Nitrogen bebas dapat ditambat atau difiksasi oleh tumbuhan yang berbintil akar. Selain itu , nitrogen bebas dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen. Nitrogen diperoleh tumbuhan dari tanah.

Daur Fosfor

Fosfor di alam terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). Fosfat organik berasal dari hewan dan tumbuhan yang telah mati yang diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Sementara itu, fosfat anorganik yang terlarut dalam air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat anorganik banyak di bebatuan. Selanjutnya fosfat dari batu terlarut di air laut dan air tanah. Di sinilah fosfat anorgaik diserap oleh akar tumbuhan. Daur fosfor ini akan berlangsung secara terus-menerus dalam ekosistem.

Daur Sulfur

Sulfur sebagian besar terdapat di dalam batuan bumi. Setelah itu, sulfur di atmosfer berasal dari sumber gas belerang, dari letusan gunung berapi berupa hidrogen sulfida, serta dari akttifitas mikroorganisme anaerob di rawa-rawa. Sulfur ini di gunakan oleh tumbuhan untuk membentuk semua protein. Sumber sulfur dalam tanah misalnya mineral tanah (nikel, sulfida besi), atmosfer (S), dan sulfur  yang terikat dalam senyawa organik ( terdapat dalam sisa-sisa tumbuhan). Di atmosfer terdapat sulfur dioksida yang akan bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioksida. Selanjutnya, produksi ini akan bereaksi dengan air di udara, kemudian akan jatuh membentuk hujan asam.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *