Klasifikasi Jamur (Fungi)

Para ilmuwan telah mengidentifikasi sekitar 100.000 spesies jamur, ini hanya sebagian kecil dari 1,5 juta spesies jamur yang mungkin ada di bumi. Jamur sering berinteraksi dengan organisme lain, membentuk simbiosis menguntungkan atau mutualisme. Misalnya kebanyakan tanaman terestrial membentuk hubungan simbiosis dengan jamur. Akar tanaman terhubung dengan bagian bawah jamur membentuk mikoriza. Melalui mikoriza, jamur dan tanaman  terjadi pertukaran nutrisi dan air, sangat membantu kelangsungan hidup kedua spesies tersebut. Jamur juga menyebabkan infeksi serius pada tanaman dan hewan. Misalnya, penyakit elm Belanda, yang disebabkan oleh jamur Ophiostoma ulmi, adalah yang menghancurkan banyak spesies asli dari elm (Ulmus sp.) Dengan menginfeksi sistem vaskular pohon. Kulit elm kumbang bertindak sebagai vektor, transmisi penyakit dari pohon ke pohon.

 

Rhizopus stoloniferus

Rhizopus stoloniferus

Klasifikasi Jamur (Fungi)

1. Jamur Zygomycota

Ciri-ciri Jamur Zygomycota adalah:

  • Hidup saprofit.
  • Hidup membentuk anyaman (miselium) yang tidak bersekat.
  • Repreduksi vegetatif dengan membentuk spora, sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi antara dua hifa yang akan menghasilkan spora.

Contoh:

  • Rhizopus stoloniferus, digunakan untuk membuat tempe.
  • Phytophthora infestans hidup parasit pada kentang.

2. Jamur Ascomycota

Ciri-ciri Jamur Ascomycota adalah:

  • Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler.
  • Spora dibentuk dari aksus (sel yang mengembung) disebut askorpora .
  • Askus ada yang berkelompok (askokatip) dan ada yang sendiri-sendiri.
  • Ascomycotina memiliki alat berkembang biak secara vegetatif dengan konidospora atau konida.

Ascomaycotina dikelompokkan menjadi tiga kelas sebagai berikut:  1). Kelas Hemiascomicota, Contoh: Saccharomyces cerevisiae, berguna dalam perbuatan roti, bir, dan alkohol. Saccharomyces ruac, untuk mengubah air nira (legen) menjadi tuak. Saccharomyces ellipsoideus, untukproses fermentasi dalam proses perbuatan minuman anggur. 2). Kelas Plectomicota, Contoh: Aspergillus fumigatus, bersifat parasit penyebab penyakit saluran pernapasan pada unggas. Aspergillus flavus, penghasil aflatoksin yang menyebabkan kanker hati. Aspergillus niger, penghasilan asam sitrat. Aspergillus nidulands, parasit pada telinga menyebabkan outomikosis. Penicillium notatum dan penicillium cbtysogenum, penghasil zat antibiotik. Penicillium cammberti dan penicilium requefoerti, untuk meningkatkan kualitas keju. Penicillium expansum, membusukan buah apel di tempat penyimpanan. Penicillium islandicum, merusak beras. 3). Kelas Pyrenomycetes, Contoh: Neurospora sitophila, untuk membuat oncom merah dari ampas tahu atau bungkil kacang tanah.

Neurospora sitophila

Neurospora sitophila

3. Jamur Basidiomycota

Ciri-ciri Jamur Basidiomycota adalah:

  • Memiliki miselium yang bersekat-sekat, dari miselium tubuh buah (basidiokarp) yangberaneka ragam bentuknya.
  • Dalam basidiokarp terdapat jalinan-jalinan benang hifa. Jika benang hifa yang bermuatan positif bertemu dengan basidium yang bermuatan negatif, maka akar terjadi plasmogami dan membentuk miselium dikarioti.
  • Ujung miselium menggelembung membentuk basidium yang menghasilkan empat spora bertangkai.
  • Berkembang biak secara generatif dengan basidiospora dan vegetatif dengan konik.

Contoh:

  • Volariela volvacae (jamur merang, dapat dimakan).
  • Auricularia polytricha (jamur kuping, dapat dimakan).
  • Pucinia graminis (jamur karet).
  • Ustilago scitaminae (jamur api).

4. Jamur Deuteromycota

Ciri-ciri  jamur Deuteromycota adalah:

  • Belum diketahui cara reproduksi generatif, sehingga disebut jamur tak sempurna (Monilia sitopbila).
  • Hifanya bersekat.
  • Perkembangbiakan vegetatifnya dengan konida.

Contoh: jamur ocom (Monilia sitopbila).

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *