Klasifikasi Bakteri

Bakteri dibagi menjadi dua subkingdom yaitu Archaeobacteria dan Eubacteria.

Archaeobacteria

Archaeobacteria (Archaios = purba kala) merupakan jasad yang diperkirakan mempunyai nenek moyang berasal dari jasad pada masa dahulu kala. Archaeobacteria termasuk bakteri yang tipikal serta tidak mempunyai nukleus dan organela lain yang memiliki membran. Archaeobacteria tidak mempunyai peptidoglikan di dalam dinding selnya dan dapat hidup di lingkungan yang ekstrim, seperti sumber air panas dan telaga garam.

Archaeobacteria merupakan kelompok yang terpisah dari bakteri yang sesungguhnya dan kelompok eukariotik. Hal ini dapat ditunjukan secara biokimia, antara lain komposisi kimia dalam dinding selnya dan perbedaan komposisi RNA ribosomnya.

Klasifikasi Archaeobacteria

Archaeobacteria diklasifikasikan ke dalam empat kelompok sebagai berikut.

1. Metanogenik

Bakteri ini bersifat  anerobik dan kemosintetik. Hidup di rawa-rawa dan tempat yang minim oksigen. Nutrisinya didapat dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mati dan dibusukkan, serta dapat menghasilkan metana. Bakteri metanogenik dapat tumbuh dengan baik pada suhu 85 oC.

Metanogenik

Bakteri metanogenik

2. Halofilik

Bakteri halofilik berhabitat di lingkungan yang berkadar garam tinggi, seperti danau air asin dan laut mati. Beberapa bakteri jenis ini dapat berfotosintesis. Jenis klorofilnya disebut bakteriorbodopsin yang memberikan warna ungu.

Bakteri halofilik

Perairan yang tertutup bakteri halofilik

3. Pereduksi sulfur

Sebagai sumber energinya, bakteri ini menggunakan hidrogen dan sulfur anorganik serta dapat hidup pada suhu 85oC.

bakteri pereduksi sulfur

bakteri pereduksi sulfur

4. Termoasidofilik

Bakteri ini hidup dengan mengiksidasi sulfur. Jenis bakteri ini terdapat di lubang vulkanik, kawah vulkanik, dan mata air bersulfur.

bakteri termoasidofilik

bakteri termoasidofilik

Eubacteria

Anggota dari subkingdom Eubacteria dalah seluruh bakteri selain Archaeobacteria. Eubacteria ini sering dianggap sebagai bakteri yang sesungguhnya.

Berdasarkan cara mendapatkan makanan, bakteri dibedakan menjadi :

  • Bakteri heterotrof, hidupnya tergantung pada mahluk hidup lain. Bakteri ini bersifat saprofit atau parasit.
  • Bakteri autotrof, bakteri yang mampu membuat makan sendiri. Terdiri dari bakteri fotoautotrof (memanfaatkan energi cahaya) dan kemoautotrof (memanfaatkan energi kimia).

 

Berdasarkan cara mendapatkan energi dan oksigen , bakteri dibedakan menjadi:

  • Bakteri aerob, merupakan oksigen bebas untuk hidupnya. Contoh: bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas atau Nitrosococcus dan Nitrobacter.
  • Bakteri anaerob, tidak memerlukan oksigen bebas untuk hidupnya.

Contoh: bakteri dinitrifikasi, yaitu Closteridium tetani dan Clostridium desulfuricans.

Penggolongan bakteri berdasarkan jumlah dan letak flagela, yaitu:

  • Monotrik, mempunyai satu flagela pada salah satu ujung.
  • Lofotrik, mempunyai banyak flagela¬† pada salah satu ujung.
  • Amfitrik, masing-masing mempunyai satu flagela pada keua ujung.
  • Peritrik, mempunyai banyak flagela pada seliruh permukaan tubuh.
  • Atrik, tidak mempunyai flagela.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *