Jenis-jenis Koloid beserta Contohnya

Untuk Anda siswa SMA, pada bagian tulisan ini akan diuraikan mengenai Jenis-jenis Koloid beserta Contohnya. Penulis mencoba memberikan dari tabelnya, kemudian ditambahkan penjelasan di bawahnya. Pada tabel di bawah ini dijelaskan tentang jenis-jenis koloid kemudian ditampilkan juga contoh koloid dari masing-masing jenis koloidnya.

Jenis-jenis koloid

Dari ke-8 jenis koloid pada tabel di atas, akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Buih
Merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi gas dalam medium pendispersi cair. Buih digunakan pada proses pengolahan biji logam, pada alat pemadam kebakaran.
b. Emulsi
Merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi cair dalam medium pendispersi cair. Emulsi digolongkan ke dalam dua bagian yaitu :
1. Emulsi minyak dalam air. Contoh : santan, susu, lateks
2. Emulsi air dalam minyak. Contoh : mayonaise, minyak bumi, minyak ikan
Untuk membuat emulsi diperlukan zat pengemulsi (emulgator). Contohnya, sabun mengemulsikan minyak ke dalam air, kuning telur dalam mayonaise dankasein dalam susu,

c. Sol
Merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi berupa zat padat dalam medium pendispersi zat cair. Contohnya sol sabun, sol kanji dan sol deterjen,
d. Gel
Merupakan koloid yang setengah kaku ( antara padat dan cair). Contohnya agar-agar, gelatin, lem kanji, gel silika dan selai. Gel dapat terbentuk dari sol yang zat terdispersinya menyerap medium pendispersinya.

e. Aerosol
Merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi padat atau cair dalam medium pendispersi gas. Untuk menghasilkan aerosol diperlukan suatu bahan pendorong (propelan aerosol). Bahan pendorong yang banyak digunakan adalah CFC dan karbon dioksida. Contoh produk yang dibuat dalam bentuk aerosol adalah farfum, hairspray, cat semprot dan semprot obat nyamuk.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *