Jelaskan secara ringkas penumpasan DI/TII di Jawa Barat

Penumpasan Gerakan DI/TII di Jawa Barat memakan waktu yang lama. Baru pada tahun 1960-an, Divisi Siliwangi mulai melancarkan operasi secara sistematis dan besar-besaran dengan dibantu rakyat dalam Operasi Pagar Betis. Pada tahun 1962, gerombolan DI/TII akhirnya dapat dihancurkan. Kartosuwiryo dapat ditangkap di Gunung Geber. Ia kemudian dihukum mati.

DI/TII pernah terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Gerakan DI/TII sebenarnya sudah lama ada, yaitu sejak lahirnya Komite Pembela Kebenaran PSII sebagai akibat dari perpecahan yang terdapat dalam Partai Sarikat Islam Indonesia (PSII). Perpecahan itu membuat Kartosuwiryo mendirikan perguruan Suffah yang ada pada masa pendudukan Jepang dikembangkan menjadi pusat latihan kemiliteran bagi pemuda-pemuda Islam, terutama Hizbullah dan Sabilillah.

Pemberontakan DI / TII di Jawa Barat dipimpin oleh SM. Kartosuwiryo. Pada tanggal 7 Agustus 1949 secara resmi Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Pada tanggal 25 januari 1949 tejadi kontak senjata pertama kali antara TNI dan DI/TII. Bahkan terjadi perang segitiga antara TNI-tentara Belanda- DI/TII. Upaya damai pernah dilakukan oleh Moh. Natsir (pemimpin Masyumi), tapi gagal mengajak Kartosuwiryo untuk kembali ke pangkuan RI. Adapun penyebab pemberontakan tersebut adalah reaksi negatif terhadap Perjanjian Renville. Dalam perjanjian Renville pihak RI mengakui adanya Garis Demarkasi van Mook. Yaitu garis khayal yang menghubungkan titik titik terdepan pasukan Belanda dalam serangannya terhadap RI sehingga menutup daerah daerah yang secara efektif masih dikuasai TNI. Dengan diterimanya garis demarkasi tersebut, secara tidak langsung daerah Jawa Barat diserahkan kepada Belanda. Sebagai masyarakat Jawa Barat, SM. Kartosuwiryo merasa berhak mempertahankan daerahnya agar tidak jatuh kepada Belanda. Untuk itu SM. Kartosuwiryo tidak mau mengikuti perintah pemerintah RI meninggalkan Jawa Barat menuju ke Jogyakarta. Dengan adanya kekosongan kekuatan di Jawa Barat dari pihak TNI, maka SM. Kartosuwiryo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia pada tanggal 7 Agustus 1947.

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *