Jelaskan ciri-ciri Pithecanthropus

Salah satu jenis manusia purba adalah Pithecanthropus. Bagaimana ciri-ciri Pithecanthropus. Berikut di bawah ini akan dijelaskan ciri-ciri Pithecanthropus.

Ciri-ciri Pithecanthropus adalah sebagai berikut:

a. Tinggi tubuhnya kira-kira 165 –180 cm.

b. Badan tegap, tetapi tidak setegap Meganthropus.

c. Tonjolan kuning tebal dan melintang sepanjang pelipis

d. Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus.

e. Volume otaknya 750 –1.300 cc.

f. Hidung lebar dan tidak berdagu.

g. Makanannya bervariasi, yaitu tumbuhan dan daging hewan buruan.

Pithecanthropus adalah jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Dengan cara stratigrafi, diketahui posil tersebut berada pada lapisan pucangan dan kabuh. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil pithecanthropus amat berpariasi umurnya, antara 30.000-2 juta tahun.

Ada beberapa jenis manusia purba yang termasuk ke dalam jenis Pithecanthropus, di antaranya Pithecanthropus Mojokertensis, Pithecanthropus Erectus, dan Pithecanthropus Soloensis. Jenis Pithecanthropus yang dianggap paling tua adalah Pithecanthropus Mojokertensis atau disebut juga Pithecanthropus Robustus. Di daratan Cina juga terdapat jenis ini yang dinamakan Pithecanthropus Pekinensis. Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan oleh Weidenreich dan G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Perning, Mojokerto, Jawa Timur.

Fosil Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan tahun 1936 oleh R Tjokrohandjojo yang bekerja untuk geologis asal Belanda, Johan Duyfjes. Wujudnya tengkorak anak usia enam tahun. Volume otak akan bertambah besar kira-kira menjadi 1000 cc, apabila pada keadaan dewasa. Para ahli memperkirakan Umur fosil itu mendekati dua juta tahun. Bisa dikatakan, fosil itu adalah Pithecantropus tertua sekaligus fosil tertua di wilayah geografis kelautan masa silam (maritime paleogeographic). Temuan ini adalah yang pertama terjadi di Indonesia bahwa Pithecanthropus ditemukan di lapisan Plestosen awal (bawah).

Pithecanthropus erectus berasal dari bahasa Latin yang berarti manusia kera yang berjalan tegak. Fosil mereka pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di sekitar desa Trinil, wilayah Ngawi, Jawa Timur di sekitar Lembah Sungai Bengawan Solo. Manusia purba Pithecanthropus Erectus memiliki kedudukan diantara manusia dan kera, dengan kata lain mereka mirip seperti kera tetapi dapat berjalan seperti manusia. Manusia purba pithecanthropus erectus hidup pada masa Pleistosen Awal, Pleistosen Tengah, dan Pleistosen Akhir. Pada masa-masa itu, daerah tempat tinggal mereka diperkirakan masih berupa padang rumput dengan pepohonan yang tidak terlalu padat.

Fosil manusia purba Pithecanthropus Soloensis ditemukan oleh von Koenigswald dan Openorth di Ngandong dan Sangiran, di tepi Bengawan Solo, antara tahun 1931 – 1933. Fosil berupa tengkorak dan tulang kering.

 

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *