Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)

Kimiawan Perancis, Joseph Louis Gay Lussac, mengamati volume-volume gas-gas yang terlibat dalam reaksi gas. Dari riset-risetnya, Gay Lussac sampai pada kesimpulan bahwa “Volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi pada reaksi kimia berupa gas akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana, jika dilakukan pada suhu dan tekanan yang tetap”.

Rumusan ini dikenal dengan hukum Perbandingan volume (Hukum Gay Lussac).

Perbandingan volume = perbandingan koefisien reaksi

Dalam reaksi-reaksi gas selanjutnya jika kita amati, perbandingan volume gas-gas yang terlibat dalam reaksi itu sama dengan perbandingan koefisiennya pada persamaan reaksi yang sudah disetarakan. Contohnya: Pada reaksi gas berikut: N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g), perbandingan volume gas N2, H2 dan NH3 dalam reaksi itu sama dengan perbandingan koefisiennya, yaitu 1 : 3 : 2. Artinya: 1 liter gas N2 tepat dapat bereaksi dengan 3 liter gas H2 dan menghasilkan tepat 2 liter gas NH3, jika diukur pada suhu dan tekanan yang tetap.

Latihan Soal

Pada pembakaran 4 liter gas SO2 menurut reaksi :

2SO2(g) + O2(g) → 2SO3(g)

Berapakah volume gas oksigen yang diperlukan?
Jawab:

Perbandingan koefisien reaksinya = 2 : 1 : 2

Volume O2 / volume SO2 = koefisien reaksi O2 / koefisien reaksi SO2

Volume O2 = (1/2) x 4 liter = 2 liter

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *