Fungsi Akar pada Tumbuhan

Fungsi Akar pada Tumbuhan. Meskipun tidak mencolok karena mereka biasanya tersembunyi di bawah tanah, sistem akar tumbuhan melakukan berbagai fungsi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Tingkat ekspansi bawah tanah struktur tumbuhan ini berfungsi sebagai pembatasan dalam pertumbuhan tumbuhan. Tumbuhan pot biasanya menunjukkan pertumbuhan yang lambat tapi setelah akar bocor keluar dari bagian bawah pot dan menembus ke dalam tanah, tingkat pertumbuhan semakin cepat.

Fungsi akar pada tumbuhan meliputi:

1. Jangkar dan dukungan tubuh tanaman. Sistem akar tumbuhan jangkar tubuh tumbuhan untuk tanah dan memberikan dukungan fisik. Pohon redwood (gymnosperm ) sekitar 100 meter telah berdiri tegak selama ribuan tahun hanya karena jutaan akar berserat individu menggali ke dalam tanah, meskipun kedalaman penetrasi hanya sampai sekitar 5 meter. Secara umum, bagaimanapun, sistem akar tunggang memberikan jangkar lebih efektif sehingga mereka lebih tahan terhadap menjatuhkan selama badai.

2. Penyerapan dan konduksi. Sistem akar tumbuhan menyerap air, oksigen dan nutrisi dari tanah dalam larutan mineral, terutama melalui akar rambut. Mereka mampu menyerap nutrisi anorganik dalam larutan bahkan melawan gradien konsentrasi. Dari akar, ini pindah ke atas. Tumbuhan dengan sistem akar berserat lebih efisien dalam penyerapan dari sumber-sumber yang dangkal. Dalam tumbuhan gurun disebut phreatophytes seperti mesquite, akar mencari cadangan air permanen bawah tanah. Tumbuhan ini merupakan indikator air dan pengetahuan tentang tumbuhan tersebut telah dimanfaatkan dengan menggali sumur di mana mereka tumbuh

3. Penyimpanan. Akar berfungsi sebagai organ penyimpan air dan karbohidrat seperti dalam dimodifikasi, akar bengkak wortel, ubi jalar (camote) dan bengkuang (sinkamas). Akar berserat biasanya menyimpan pati kurang dari akar tunggang. Beberapa akar yang mampu menyimpan sejumlah besar air; yang akar tunggang dari beberapa tumbuhan gurun menyimpan lebih dari 70 kg air.

4. Fotosintesis. Beberapa akar yang mampu melakukan fotosintesis, seperti pada anggrek epifit dan akar udara pohon bakau.

5. Aerasi. Tumbuhan yang tumbuh di air tergenang atau tempat berair lainnya telah dimodifikasi akarnya yang disebut pneumatophores supaya oksigen dari udara dapat berdifusi.

6. Gerakan. Dalam banyak tumbuhan umbi, akar kontraktil menarik tumbuhan ke bawah ke tanah di mana lingkungan lebih stabil.

7. Reproduksi. Sistem akar tumbuhan juga berfungsi sebagai sarana alami melestarikan spesies. Dalam agoho dewasa atau pohon ekor kuda (Casuarina equisetifolia) dan tumbuhan tertentu, bibit klonal atau cabang yang biasa terlihat tumbuh deras di sekitar batang dari akar horizontal tumbuh. Demikian juga, pabrik baru muncul dari kiri-atas akar berbonggol setelah panen di ladang tumbuh ubi jalar (Ipomaea batatas) dan bengkuang (bengkuang).

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *