Contoh merubah kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung

Dalam tata bahasa Indonesia, kalimat langsung bisa diubah menjadi kalimat tidak langsung, sebaliknya kalimat tidak langsung dapat diubah juga menjadi kalimat langsung. Di bawah ini akan diberikan contoh merubah kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung.

Contoh pertama: Kalimat tidak langsung:
Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fachmi Idris, menyatakan, jumlah pasien kanker serviks yang menjalani rawat jalan sebanyak 68.883 kasus dengan total biaya Rp48,2 miliar yang ditanggung BPJS Kesehatan. Adapun yang rawat inap ada 18.092 kasus dengan total biaya Rp123,1 miliar.

Kalimat langsung:
”Jumlah pasien kanker serviks yang menjalani rawat jalan sebanyak 68.883 kasus dengan total biaya Rp 48,2 miliar yang ditanggung BPJS Kesehatan. Adapun yang rawat inap ada 18.092 kasus dengan total biaya Rp 123,1 miliar,” kata Fachmi Idris.

Contoh kedua:

Kalimat tidak langsung:
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, jumlah korban virus ebola bisa meningkat menjadi 20.000 orang pada bulan November 2014.

Kalimat langsung:
”Jumlah korban virus ebola bisa meningkat menjadi 20.000 orang pada bulan November 2014,” ungkap WHO.

Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang diucapkan langsung oleh pembicara yang sama persis dengan apa yang dikatakannya. Sedangkan kalimat tak langsung adalah sebuah kalimat yang disampaikan oleh pembicara dalam bentuk berita. Ciri- ciri kalimat tak langsung  adalah tidak bertanda petik, intonasi mendatar dan menurun pada akhir kalimat, dan pelaku yang dinyatakan pada isi kalimat langsung mengalami perubahan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *