Ciri-ciri dan Peranan Cyanobacteria

Meskipun cyanobacteria tidak memiliki keragaman bentuk, dan meskipun mereka mikroskopis, mereka kaya akan keragaman kimia. Cyanobacteria mendapatkan nama mereka dari phycocyanin pigmen kebiruan, yang mereka gunakan untuk menangkap cahaya untuk fotosintesis. Mereka juga mengandung klorofil, pigmen fotosintesis yang sama yang menggunakan tanaman. Bahkan kloroplas pada tanaman adalah cyanobacterium simbiosis, diambil oleh nenek moyang alga hijau dari tanaman kadang-kadang di Prakambrium. Namun, tidak semua bakteri “biru-hijau” berwarna biru; beberapa bentuk umum adalah berwarna merah atau merah muda dari pigmen phycoerythrin. Bakteri ini sering ditemukan tumbuh di kaca rumah kaca, atau sekitar dasar  dan saluran air.

Laut Merah adalah teluk di sebelah barat Jazirah Arab yang memisahkan benua Asia dengan Afrika

Laut Merah adalah teluk di sebelah barat Jazirah Arab yang memisahkan benua Asia dengan Afrika

Laut Merah mendapatkan namanya dari kejadian mekarnya sesekali spesies kemerahan dari Oscillatoria, dan flamingo Afrika mendapatkan warna merah muda mereka dari peristiwa memakan Spirulina. Ganggang atau alga diklafikasikan berdasarkan pigmen dominan yang terkandung di dalamnya. Alga hijau-biru merupakan alga primitif  bila dibandingkan dengan alga lain.

Ciri-ciri Cyanobacteria

Ganggang hijau-biru (Cyanobacteria) memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Sel yang prokariotik
  • Perintis bagi vegetasi lain.
  • Dapat tumbuh pada perairan yang bersuhu tinggi, yaitu pada sumber air panas.
  • Sifat hidupnya berupa endofit yaitu hidup dalam tubuh mahluk lain. Dan epifit yaitu menempel pada permukaan tubuh makhluk lain.
  • Memiliki klorofil, sehingga dapat berfotosintesis.
  • Ada yang monoseluler dan multiseluler.

Peranan Cyanobacteria

Peranan alga hijau-biru ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.

Merugikan

  • Ganggang hijau-biru yang hidup di air ada yang mengeluarkan racun.
  • Melapukan tembok dan batu.

Menguntungkan

  • Beberapa jenis alga hijau-biru, seperti nostoc, anabaena, dan gleocapsa dapat mengubah nitrogen bebas (N2) menjadi senyawa anorganik (nitrat) yang dapat dipakai sebagai sumber unsur N bagi tumbuhan.
  • Sejenis ganggang (alga) hijau-biru, yaitu spirulina merupakan jenis alga yang mengandung kadar protein tinggi, yang dapat dipakai sebagai bahan pengawet makanan.

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *