Ciri Ciri Ascomycota

Pada jamur Ascomycota ditandai dengan pembentukan ascus (struktur kantung) yang mengandung askospora. Banyak ascomycota yang mempunyai nilai komersial. Beberapa jamur ini memainkan peran yang bermanfaat, seperti ragi yang digunakan dalam baking, pembuatan bir, dan fermentasi anggur. Selain bermanfaat, ada juga Ascomycota yag bersifat parasit tumbuhan dan hewan bahkan termasuk manusia. Misalnya, jamur pneumonia merupakan ancaman yang signifikan untuk pasien AIDS yang memiliki sistem kekebalan tubuh. Ascomycota tidak hanya menduduki dan merusak tanaman secara langsung, mereka juga memproduksi metabolit sekunder beracun yang membuat tanaman tidak layak untuk dikonsumsi.

Ascomicita

Ascomycota

Ciri-ciri Ascomycota adalah:

  • Tubuhnya ada yang uniseluler dan ada juga yang multiseluler.
  • Memiliki hifa yang bersekat-sekat, dan berinti banyak
  • Ascomycotina yang multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
  • Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis
  • Dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
  • Reproduksi, Ascomycota dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif
  • . Ascomycota menghasilkan spora sebagai hasil dari perkembangbiakan generatifnya.

Reproduksi vegetatif. Dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa.

Reproduksi geeratif jamur adalah

  1. Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan.
  2. Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid.
  3. Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium.
  4. Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.
  5. Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan.
  6. Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik.
  7. Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid.
  8. Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.  Di dalam askus terdapat 8 buah spora karena 2 inti diploid melakukan pembelahanmeiosis menghasilkan 4 inti haploid. setiap haploid akan membelah secara mitosissehingga setiap askus terdiri dari 8 buah spora.

Reproduksi vegetatif sering dan melibatkan produksi konidiofor yang melepaskan konidiospora haploid. Reproduksi generatif dimulai dengan perkembangan hifa khusus.  Galur jantan menghasilkan antheridium dan “betina” mengembangkan sebuah askogonium. Pada pembuahan, antheridium dan ascogonium menggabungkan di Plasmogami . Ascogenous khusus hifa muncul, di mana pasang inti bermigrasi: satu dari jantan dan satu dari betina. Dalam setiap ascus, dua atau lebih ascospores haploid sekering inti mereka di karyogami. Selama reproduksi generatif, ribuan ASCI mengisi tubuh buah yang disebut ascocarp tersebut. Inti diploid menimbulkan inti haploid oleh meiosis. Para ascospores kemudian dilepaskan, berkecambah, dan bentuk hifa yang disebarkan di lingkungan dan mulai miselia baru.

 

Artikel menarik lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *